Yusril Ihza Mahendra Bantah Klaim Hoaks Mengenai Ijazah Joko Widodo

Yusril Ihza Mahendra Bantah Klaim Hoaks Mengenai Ijazah Joko Widodo

Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, mengklarifikasi peredaran informasi palsu yang mencatut namanya terkait keabsahan ijazah mantan Presiden Joko Widodo pada Sabtu, 9 Mei 2026.

Klarifikasi tersebut merespons unggahan di Facebook pada 28 April 2026 yang mengklaim Yusril menyebut ijazah Jokowi sah secara hukum dan tidak perlu diperdebatkan lagi. Tim Cek Fakta Liputan6.com mengidentifikasi bahwa narasi tersebut merupakan disinformasi yang telah menyebar sejak pekan lalu.

Yusril memberikan penegasan melalui akun Instagram resminya untuk meluruskan kabar bohong yang menggunakan foto dirinya dengan kutipan yang tidak pernah ia buat.

"Yusril Sebut Ijasah Jokowi Sah di Mata Hukum...!! Kalo Palsu Sudah Digugat Dari Dulu Ngapain Ribut Sekarang" ujar kutipan dalam foto yang dibantah Yusril.

Ketua Dewan Pertimbangan Partai Bulan Bintang tersebut menjelaskan bahwa dirinya tidak memiliki kewenangan secara hukum untuk memberikan penilaian terhadap dokumen pendidikan tersebut. Ia memastikan tidak pernah mengeluarkan pernyataan tersebut baik secara pribadi maupun dalam kapasitas jabatan resminya.

"Saya tidak pernah menyatakan kalimat-kalimat seperti dalam foto di atas. Klaim "Yusril Sebut ljazah Jokowi Sah di Mata Hukum" yang beredar di Facebook dan media sosial lain adalah disinformasi, hoaks, karena tidak pernah saya ucapkan," ucap Yusril.

Yusril menambahkan bahwa masalah ijazah tersebut sepenuhnya merupakan urusan pihak-pihak yang berkepentingan di jalur hukum.

"Saya sendiri tidak pernah memberikan penilaian apakah ijazah Jokowi itu sah atau tidak sah secara hukum, karena saya tidak mempunyai kapasitas, apalagi kewenangan untuk melakukan hal itu," kata Yusril.

Selain masalah ijazah, Liputan6.com juga menemukan hoaks lain yang menyerang mantan Presiden ke-7 Indonesia tersebut di platform X pada 6 April 2026. Unggahan itu memanipulasi tangkapan layar artikel media massa untuk menyebarkan seruan palsu terkait penggulingan pemerintahan saat ini.

"Geger! Joko Widodo Serukan "Gulingkan Prabowo": Dinasihati Nggak Bisa, Bisanya Hanya Dijatuhkan" bunyi judul artikel palsu tersebut.

Pihak pemeriksa fakta menemukan komentar tambahan dalam unggahan yang mencoba menunjukkan kebenaran informasi tersebut.

"Itu editan, ini yang bener bro" tulis akun pengunggah hoaks tersebut.

Serangan disinformasi lain turut menyeret nama politisi Habiburokhman yang diklaim menuding Jokowi terlibat dalam kasus kekerasan terhadap aktivis KontraS. Hoaks yang beredar di awal pekan ini menampilkan potongan gambar artikel dengan judul provokatif.

"Habiburrokhman: Presiden Jokowi Terlibat Penyiraman Air Keras Ke Aktivis Andrie Yunus, Polisi, TNI Arahan Jokowi, Jokowi Yang Mengatur" bunyi narasi bohong dalam potongan layar tersebut.

Artikel terkait

Rekomendasi