PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) sepakat membagikan dividen final tahun buku 2025 sebesar USD0,026 atau setara Rp453 per saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Cyber 2 Tower, Jakarta, pada Jumat (22/5/2026).
Total dividen emiten batu bara afiliasi Garibaldi 'Boy' Thohir ini mencapai USD450 juta atau sekitar Rp7,9 triliun, yang mencerminkan rasio pembayaran dividen sebesar 59 persen dari laba bersih. Berdasarkan catatan Stockbit Sekuritas, yield dividen final perseroan menyentuh 5,6 persen mengacu pada harga saham intraday Rp8.100 atau mencapai 5,51 persen pada harga penutupan Rp8.225 dengan asumsi kurs Rp17.654 per dolar AS.
Alokasi keuntungan tersebut melengkapi dividen interim sebesar USD250 juta atau Rp538 per saham yang telah digelontorkan perseroan pada November 2025 lalu. Di luar pembagian keuntungan, rapat juga menyepakati penempatan saldo laba yang belum dicadangkan naik menjadi USD758,5 juta hingga akhir 2025, melonjak dari posisi akhir 2024 yang tercatat sebesar USD394,8 juta.
Langkah pembagian dividen ini diputuskan di tengah penurunan kinerja keuangan perseroan sepanjang tahun 2025 akibat pendapatan yang terkoreksi 7,7 persen secara tahunan menjadi USD4,91 miliar. Dilansir dari Market, kondisi tersebut memicu penurunan laba bersih sebesar 36 persen menjadi USD760 juta dari perolehan tahun sebelumnya yang menyentuh USD1,21 miliar.
Manajemen AADI menjelaskan rincian pembagian laba bersih tersebut melalui mekanisme tata kelola internal perseroan.
"Sejumlah USD450.000.000,- (empat ratus satu puluh juta dolar Amerika Serikat) dibagikan sebagai dividen tunai, dimana sebesar USD250.000.000,- (dua ratus lima puluh juta dolar Amerika Serikat) telah dibayarkan pada bulan November 2025 sebagai dividen tunai interim, sedangkan sisanya sebesar USD 200.000.000,- (dua ratus juta dolar Amerika Serikat) akan dibagikan sebagai dividen tunai final." terang Manajemen AADI.
Direksi perseroan kini memegang kendali penuh atas kepastian operasional distribusi keuntungan kepada para pemegang saham.
"Dalam pelaksanaannya, memberikan wewenang mutlak kepada Direksi Perseroan, untuk atas diskresinya mengambil keputusan dan/atau melakukan tindakan apapun yang menurut pertimbangan Direksi Perseroan dianggap baik atau perlu dalam rangka pelaksanaan pembagian/pembayaran dividen tunai final, termasuk menetapkan jadwal dan tata cara pembagian/pembayaran dividen tunai final," lanjut Manajemen AADI.
Perseroan juga mengalokasikan sisa dana keuntungan eksternal demi memperkuat ketahanan kas internal korporasi.
"Sejumlah USD 300.179.521,- (tiga ratus juta seratus tujuh puluh sembilan ribu lima ratus dua puluh satu dolar Amerika Serikat) dibukukan sebagai saldo laba Perseroan," terang Manajemen AADI.
Ketentuan pembagian keuntungan ini didasarkan pada tata tertib anggaran dasar yang menilai kemampuan performa keuangan secara berkala.
"Namun manajemen akan menilai kemampuan perusahaan untuk membayarkan dividen di setiap periode laporan dan RUPST akan memutuskan nilai dividen final," tulis manajemen AADI dalam laporan tahunannya.
Secara terpisah, emiten ini sebelumnya mencatatkan lonjakan harga saham sebesar 4,85 persen ke level Rp10.800 pada pertengahan April 2026 setelah melepas 47,99 persen kepemilikan di Kestrel Coal Group Pty Ltd melalui Adaro Capital Limited. Divestasi tambang Australia ini bernilai dana tunai di muka USD1,85 miliar serta potensi pembayaran bersyarat hingga USD550 juta.
Meskipun kinerja laba bersih kuartal I-2026 tercatat turun 27 persen secara tahunan menjadi USD143 juta, sejumlah analis pasar modal tetap memberikan penilaian positif bagi prospek jangka panjang perseroan.
"Realisasi laba bersih AADI di bawah estimasi kami maupun konsensus, masing-masing hanya mencapai 15% dan 15,7% dari target setahun penuh 2026," tulis analis MNC Sekuritas, Raka Junico W dalam risetnya.
Kondisi cuaca dan siklus alam diproyeksikan bakal menstabilkan aktivitas operasional tambang pada periode berikutnya.
"Namun, penurunan itu sebagian akan diimbangi oleh kenaikan harga jual rata-rata (average selling price/ASP) batu bara secara gabungan," jelas Raka.
Hingga saat ini, manajemen perseroan belum merilis linimasa resmi mengenai jadwal cum dividen serta tanggal pembayaran tunai dividen final tahun buku 2025.