American Academy of Pediatrics Larang Penggunaan Baby Walker untuk Bayi

American Academy of Pediatrics Larang Penggunaan Baby Walker untuk Bayi

Kemampuan berjalan kaki merupakan salah satu pencapaian besar dalam fase pertumbuhan seorang anak. Namun, keahlian ini membutuhkan waktu dan tidak dapat dikuasai secara instan oleh si kecil.

Sebelum dapat melangkah dengan tegak, tubuh seorang bayi perlu membangun kekuatan otot, keseimbangan, serta koordinasi yang matang. Proses ini berjalan secara bertahap melalui aktivitas harian seperti tengkurap, merangkak, berdiri, hingga merembet pada dinding.

Orang tua memiliki peran penting dalam memfasilitasi lingkungan yang aman agar anak dapat bergerak bebas. Dukungan yang tepat akan meningkatkan rasa percaya diri bayi untuk mengeksplorasi lingkungan sekitar hingga mampu mengambil langkah pertamanya.

Seperti dilansir dari Medcom, terdapat beberapa metode sederhana yang dapat diterapkan orang tua untuk mendampingi fase krusial ini.

Langkah pertama yang bisa dilakukan adalah memberikan waktu tengkurap atau tummy time yang cukup. Membiarkan bayi bermain dalam posisi tengkurap secara rutin efektif memperkuat otot inti tubuh sekaligus meningkatkan kesadaran gerak.

Selain tummy time, menggendong bayi dengan alat gendongan khusus juga dapat menjadi alternatif untuk melatih kekuatan otot inti mereka. Orang tua juga perlu menyediakan area bermain yang aman, lapang, dan bebas dari hambatan berbahaya di dalam rumah.

Stimulasi berikutnya adalah mendukung aktivitas fisik yang disukai anak, seperti melompat di paha orang dewasa atau bermain menggunakan baby jumper. Gerakan aktif tersebut terbukti bermanfaat dalam memperkuat otot kaki bayi.

Ketika anak mulai belajar berdiri dan merembet, orang tua dapat memicu ketertarikannya dengan berdiri atau berlutut di hadapannya sambil mengulurkan tangan. Mengajak anak berjalan perlahan dengan memegang kedua tangannya juga sangat membantu proses latihan.

Penggunaan mainan dorong yang diakses dari arah belakang juga direkomendasikan untuk melatih keseimbangan. Alat bantu ini memberikan sokongan yang stabil saat bayi mulai mencoba melangkah.

Bahaya Kereta Bayi Tradisional dan Penggunaan Sepatu

Penggunaan kereta bayi tradisional atau baby walker berbentuk wadah beroda yang digerakkan dengan kaki ternyata sangat tidak disarankan karena faktor keamanan. American Academy of Pediatrics (AAP) bahkan telah menyerukan larangan produksi dan penjualan alat tersebut di Amerika Serikat.

Alat bantu jalan jenis ini dinilai berisiko memicu kecelakaan dan sama sekali tidak membantu anak belajar berjalan. Menurut pihak AAP, penggunaan baby walker justru berpotensi menunda kematangan kemampuan berjalan alami seorang anak.

Sebagai gantinya, mainan yang didorong dari belakang tetap diperbolehkan dengan catatan harus memiliki bobot yang cukup berat. Hal ini penting agar mainan tidak mudah terbalik saat ditarik atau digunakan sebagai sandaran berdiri oleh bayi.

Terkait alas kaki, penggunaan sepatu sebaiknya ditunda hingga anak mulai aktif berjalan di area luar rumah. Membiarkan anak berjalan telanjang kaki di dalam rumah terbukti meningkatkan koordinasi tubuh.

"Bayi belajar berjalan dengan mencengkeram tanah menggunakan jari kaki dan menggunakan tumit untuk kestabilan. Ini membantu mengembangkan otot, yang diperlukan untuk berjalan dan lebih mudah dilakukan tanpa kaus kaki atau sepatu," kata AAP.

Jika anak sudah siap berjalan di luar ruangan, orang tua disarankan memilih sepatu yang nyaman, lentur, dan memiliki ujung tertutup. Ukuran sepatu juga wajib diperiksa secara berkala karena pertumbuhan kaki balita berlangsung sangat cepat.

Artikel terkait

Rekomendasi