Perawatan estetika medis skin booster kini tengah digandrungi masyarakat karena kemampuannya dalam menghidrasi kulit secara instan langsung dari dalam. Metode ini menjadi solusi populer untuk mendapatkan kulit wajah yang tampak sehat, kenyal, dan bercahaya.
Namun, cairan penutrisi ini tidak akan bertahan lama tanpa komitmen perawatan mandiri yang tepat. Banyak pasien keliru menganggap tanggung jawab merawat wajah selesai setelah keluar dari klinik kecantikan.
Fase pasca-tindakan justru menjadi faktor kunci yang menentukan ketahanan hasil perawatan wajah tersebut. Seperti dilansir dari Wolipop, gaya hidup setelah tindakan sangat memengaruhi keberhasilan investasi perawatan ini.
Co-founder Eva Mulia Clinic, dr. Eddy Widjaja mengingatkan pentingnya menjaga pola hidup sehat setelah menjalani prosedur skin booster. Pasien diwajibkan tetap mengaplikasikan produk skincare harian seperti tabir surya.
Selain itu, pasien harus menghindari paparan sinar matahari berlebih. Kebiasaan merokok serta konsumsi alkohol juga wajib dijauhi karena dapat merusak kolagen baru yang sedang dalam masa stimulasi.
dr. Eddy memberikan pesan bagi para wanita maupun pria yang baru ingin mencoba skin booster untuk pertama kalinya.
"Saran saya sih lakukan, karena ini memang tren pengobatan yang bagus ya. Jadi lakukan sedini mungkin. Nanti kan kita bisa atur dosisnya, enggak usah langsung yang paling tinggi atau mahal. Kita bisa mulai dengan dosis yang ringan, dengan frekuensi yang disesuaikan dengan kebutuhan kulit masing-masing," kata dokter Eddy.
Prosedur skin booster ini diawali dengan proses pembersihan wajah secara menyeluruh. Tahap berikutnya adalah pengaplikasian krim anestesi hingga memicu efek kebal yang dibiarkan meresap selama kurang lebih 30 menit.
Setelah kulit wajah mengalami mati rasa, tindakan penyuntikan cairan penutrisi baru dilakukan. Proses perawatan ini diakhiri dengan pengaplikasian sunscreen untuk melindungi kulit.