Jerawat yang tumbuh di area bawah hidung sering kali menimbulkan rasa tidak nyaman karena posisinya yang sensitif dan mudah tersentuh. Namun, tindakan memencet benjolan tersebut sangat tidak disarankan karena dapat memperburuk kondisi kulit.
Area di bawah hidung memiliki banyak pembuluh darah dan lapisan kulit yang peka. Oleh karena itu, penanganan pada bagian wajah ini memerlukan perhatian ekstra dan kehati-hatian.
Seperti dilansir dari Wolipop, pakar dermatologi menyarankan agar masyarakat tidak memencet jerawat secara langsung menggunakan tangan. Tindakan ini berisiko tinggi memicu luka, infeksi, noda hitam, hingga peradangan yang lebih parah, terutama pada jerawat yang masih meradang.
Infeksi pada area ini juga berpotensi memicu masalah kesehatan lain yang lebih luas. Meski kemungkinannya kecil, dampak infeksi tersebut dapat berkembang menjadi kondisi serius seperti meningitis hingga pneumonia.
"Ada kemungkinan infeksi wajah menjadi infeksi yang berdampak pada seluruh tubuh," kata dermatologist Dr. Alok Vij. MD seperti dilansir dari Cleveland Clinic.
Pada beberapa kasus yang sangat langka, infeksi di area wajah dapat mengakibatkan trombosis sinus kavernosa septik. Kondisi ini berupa pembekuan darah di sinus kavernosa yang bisa mengancam jiwa.
"Sejujurnya, kamu harus selalu menghindari memencet jerawat. Melakukannya dapat menyebabkan peradangan, hiperpigmentasi pasca-inflamasi, dan jaringan parut, hingga infeksi," saran Dr. Vij.
Langkah terbaik adalah membiarkan jerawat tersebut sembuh dengan sendirinya. Bagi yang ingin mengatasi jerawat di hidung secara aman, beberapa metode berikut dapat dicoba.
Langkah pertama adalah melakukan kompres hangat. Caranya dengan merendam kain lap dalam air hangat, lalu menempelkannya pada area jerawat selama 10 hingga 15 menit untuk menarik nanah ke permukaan.
Pilihan kedua adalah menggunakan plester jerawat. Stiker khusus ini dapat ditempelkan semalaman pada jerawat yang sudah terbuka untuk menyerap cairan yang keluar.
Langkah terakhir adalah melakukan konsultasi ke dokter kulit untuk mendapatkan penanganan cepat dan aman. Dokter spesialis biasanya akan memberikan rekomendasi berupa suntikan kortison atau antibiotik.