Judul Buku The Genius of Empathy Ungkap Cara Redakan Overthinking

Judul Buku The Genius of Empathy Ungkap Cara Redakan Overthinking

Banyak orang kerap merasakan kondisi pikiran yang terus berputar tanpa henti. Fenomena berpikir berlebihan ini sering kali memuncak saat malam hari sewaktu tubuh sudah lelah namun isi kepala justru semakin padat.

Kondisi tersebut memicu tumpukan kekhawatiran, penyesalan, hingga ketakutan masa depan yang terus berulang. Akibatnya, seseorang menjadi sulit tidur dan kelelahan secara emosional.

Dilansir dari Medcom, psikiater Judith Orloff M.D. mengungkapkan bahwa banyak pasien mengeluhkan kondisi pikiran yang terlalu aktif. Suara di dalam kepala kerap mendominasi hingga menenggelamkan kesadaran terhadap situasi sekitar.

Manusia pada dasarnya mempunyai dua sisi dalam dirinya, yakni diri kecil dan diri besar. Diri kecil cenderung dikuasai oleh ego, emosi, serta pergulatan pikiran yang melelahkan.

Sementara itu, diri besar memiliki keterikatan yang kuat dengan hati dan ketenangan batin. Berpikir berlebihan biasanya muncul sewaktu ego merasa terluka dan menolak untuk melepaskan rasa sakit tersebut.Ego manusia mempunyai kecenderungan untuk mempertahankan kemarahan serta rasa takut dibandingkan membiarkan proses pemulihan berjalan. Sebaliknya, empati hadir sebagai jalan utama untuk menuju hati.

Melalui buku bertajuk The Genius of Empathy, terdapat beberapa strategi sederhana untuk menghentikan kebiasaan berpikir berlebihan agar pikiran kembali tenang.

Langkah pertama yang bisa diterapkan adalah mengenali pola pikiran tidak produktif dengan penuh kasih terhadap diri sendiri. Selanjutnya, pusatkan perhatian pada aliran napas melalui hidung guna memindahkan fokus dari pikiran ke tubuh.

Ingatkan diri sendiri secara lembut bahwa berpikir berlebihan tidak akan menyelesaikan masalah dan hanya memicu frustrasi. Tetaplah fokus pada kondisi saat ini tanpa membangun skenario menakutkan tentang masa depan.

Seseorang juga perlu belajar menerima hal-hal yang berada di luar kendali dirinya. Metode lain yang dapat dicoba adalah meletakkan tangan di dada sembari membayangkan sesuatu yang menenangkan.

Mengulang kalimat positif seperti, "Semua baik-baik saja. Seiring waktu, masalah ini akan teratasi," juga mampu membantu meredakan kecemasan. Langkah ini bisa didukung dengan mendengarkan musik lembut untuk merilekskan pikiran.

Terakhir, nikmati suasana alam seperti pemandangan matahari terbenam, langit pagi, atau cahaya bulan untuk menenteramkan hati. Ruang untuk menerima ketenangan akan terbuka saat seseorang mulai lepas dari dominasi ego.

Artikel terkait

Rekomendasi