Pola Tidur Anak Jelang Usia 1 Tahun Berubah Menjadi Super Aktif

Pola Tidur Anak Jelang Usia 1 Tahun Berubah Menjadi Super Aktif

Pola tidur anak menjelang usia 1 tahun kerap mengalami perubahan yang signifikan. Anak yang biasanya mudah diajak tidur siang atau tidur nyenyak di malam hari tiba-tiba bisa berubah menjadi super aktif dan rewel.

Kondisi ini bahkan sering disertai dengan penolakan untuk tidur atau Gerakan Tutup Mata (GTM). Dilansir dari Medcom, fase ini dipicu oleh perkembangan rasa penasaran dan keinginan untuk mandiri yang sedang tumbuh pesat.

Para orang tua tidak jarang menghadapi drama baru menjelang waktu istirahat. Anak-anak menjadi terus ingin bermain, menangis saat diajak tidur, hingga terbangun berkali-kali pada malam hari.

Kondisi yang melelahkan bagi orang tua ini sebenarnya tergolong normal dalam proses tumbuh kembang balita. Membangun suasana tidur yang nyaman dan konsisten menjadi langkah penting untuk mengatasinya.

Penerapan rutinitas sederhana yang dilakukan setiap hari dapat membantu anak memahami waktu beristirahat. Hal ini sekaligus membuat tubuh balita lebih siap untuk tidur dengan tenang.

Momen tidur siang sering menjadi waktu berharga bagi orang tua untuk mengisi energi setelah seharian mengurus anak. Namun, pertambahan usia membuat balita mulai menolak tidur siang atau menjadi lebih sulit ditenangkan saat malam tiba.

Data dari BabyCenter menunjukkan bahwa perkembangan rasa mandiri membuat balita mulai ingin menentukan keinginannya sendiri. Hal tersebut termasuk dalam menentukan waktu tidur mereka.

Rutinitas tidur yang konsisten sangat membantu dalam menciptakan rasa aman dan nyaman bagi anak. Aktivitas sebelum tidur bisa dimulai dengan langkah sederhana seperti mandi air hangat.

Orang tua juga dapat membacakan cerita, mematikan lampu secara perlahan, atau mendengarkan lagu yang menenangkan. Kebiasaan malam yang konsisten ini membantu balita mengetahui kapan waktunya tidur.

Selain membuat anak menjadi lebih rileks, aktivitas ini menjadi momen bonding yang manis sebelum tidur. Orang tua dapat saling bekerja sama dan berbagi tugas dalam menerapkan kebiasaan ini.

Kerja sama tersebut dapat dilakukan dengan bergantian antara memandikan anak atau membacakan cerita. Melibatkan pengasuh atau anggota keluarga lain secara sesekali juga memberikan dampak yang bagus.

Langkah ini melatih balita untuk memahami situasi yang ada. Anak akan mengerti bahwa waktu tidur berkaitan erat dengan suasananya, bukan tentang siapa orang yang menemani mereka.

Artikel terkait

Rekomendasi