Abadi Nusantara Hijau Investama Akuisisi Dua Perusahaan Tambang Nikel

Abadi Nusantara Hijau Investama Akuisisi Dua Perusahaan Tambang Nikel

PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK) melakukan akuisisi terhadap dua perusahaan penambangan bijih nikel dengan total nilai transaksi mencapai US$ 75,9 juta atau sekitar Rp 1,3 triliun pada Rabu, 20 Mei 2026.

Emiten portofolio milik pebisnis Samsudin Andi Arsyad atau Haji Isam ini membeli saham melalui dua anak usahanya, yaitu PT Adhi Prakarsa Raya dan PT Sumber Cahaya Raya.

Kedua anak usaha tersebut mengambil alih saham dari pihak non-afiliasi, yaitu WPK, dengan rincian 14,63% saham di PT Karyatama Konawe Utara senilai US$ 42,4 juta dan 14,63% saham di PT Konutara Sejati senilai US$ 33,5 juta.

Langkah ini meningkatkan kepemilikan PACK di PT Karyatama Konawe Utara menjadi 49,13% dan di PT Konutara Sejati menjadi 44,63%, sekaligus menjadikan PACK sebagai pemegang saham terbesar secara tidak langsung di kedua perusahaan tambang Konawe Utara tersebut.

Pendanaan untuk ekspansi ini diperoleh melalui pinjaman perpetual (perpetual loan) dari pemegang saham pengendali PACK, PT Eco Energi Perkasa (EEP), sebesar US$ 93,1 juta dengan tingkat bunga 8% per tahun tanpa jatuh tempo.

Berdasarkan catatan Stockbit Sekuritas, total nilai dari kedua transaksi akuisisi tersebut setara dengan 39,17% dari keseluruhan ekuitas yang dimiliki oleh PACK.

"Total nilai kedua transaksi tersebut mencapai US$ 75,9 juta atau sekitar Rp 1,3 triliun – setara 39_17% dari ekuitas PACK," tulis Stockbit Sekuritas.

Karena nilai pinjaman dari EEP tersebut mencapai 48,06% dari ekuitas perseroan, manajemen PACK di Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan transaksi afiliasi ini wajib mendapatkan penilaian independen untuk menentukan kewajaran transaksi serta mengumumkan keterbukaan informasi kepada publik.

Sebelum aksi akuisisi ini terlaksana, daftar perubahan kepemilikan saham di BEI mencatat Haji Isam telah masuk menjadi investor baru dengan memborong 6,83 billion lembar saham atau setara 21,12% kepemilikan PACK pada 13 Mei 2026.

Transaksi senilai Rp 936,6 miliar dengan harga pelaksanaan Rp 137 per saham tersebut dialihkan dari pengendali lama, PT Eco Energi Perkasa, yang kepemilikannya kini menyusut dari 61,7% menjadi 40,58%.

Masuknya investor asal Kalimantan Selatan ini sempat memicu kenaikan harga saham PACK hingga menyentuh level Rp 370 pada Selasa, 19 Mei 2026, yang memberikan keuntungan tidak terealisasi sebesar Rp 1,59 triliun dalam waktu enam hari.

Namun, dinamika pasar berubah setelah BEI memasukkan saham PACK ke dalam kategori unusual market activity (UMA) pada Rabu, 20 Mei 2026, yang seketika membuat harga sahamnya anjlok 9,7% ke level Rp 334 per lembar.

Sektor bisnis PACK sendiri kini telah bertransformasi sepenuhnya dari industri kemasan digital menjadi perusahaan induk yang memfokuskan lini usahanya pada komoditas energi, perdagangan, dan pertambangan nikel.

Artikel terkait

Rekomendasi