Agung Sedayu Rancang Terminal Multimoda Terpadu di PIK 2

Agung Sedayu Rancang Terminal Multimoda Terpadu di PIK 2

Agung Sedayu Group mulai mematangkan rencana pembangunan terminal integrasi terpadu multimoda di kawasan PIK 2. Proyek ini diproyeksikan menjadi simpul transportasi modern yang menghubungkan berbagai moda angkutan dalam satu kawasan terpadu.

Rencana tersebut dibahas bersama Kementerian Perhubungan dalam Urban Mobility Discussion bertajuk "Merancang Masa Depan Terminal Terpadu untuk Wilayah Metropolitan" pada 26 Mei 2026. Seperti diberitakan oleh Suara, forum ini menjadi penegasan komitmen perusahaan dalam mendukung pengembangan sistem transportasi massal.Langkah strategis ini diambil untuk mempermudah mobilitas masyarakat, terutama di kawasan perkotaan dengan tingkat aktivitas tinggi. Gagasan pembangunan infrastruktur penghubung di PIK 2 ini diklaim telah mendapat dukungan dari berbagai pemangku kepentingan.

Direktur Estate Management Agung Sedayu Group, Restu Mahesa, menjelaskan bahwa konsep terminal terintegrasi ini disambut positif oleh pemerintah hingga komunitas transportasi.

"Jadi kita hari ini mendapatkan suatu kesimpulan, bahwa apa yang digagas oleh PIK2 dalam membangun perubahan transportasi yang modern untuk terminal terintegrasi sangat didukung. Baik itu dari Kementerian, dinas terkait yaitu Dinas Perhubungan, pemerhati, dari komunitas yang semua merasakan bahwa kepentingan ini adalah untuk masyarakat dan kita akan wujudkan dalam bentuk terminal terbaik di Indonesia," ujar Restu.

Pusat konektivitas ini dirancang untuk mengintegrasikan bus, MRT/LRT, angkutan feeder, taksi, layanan ride hailing, hingga transportasi ramah lingkungan. Sistem tersebut diharapkan membuat perjalanan masyarakat menjadi lebih praktis, efisien, aman, dan nyaman.

Fasilitas dan Konsep TOD

Kehadiran simpul transportasi terpadu ini juga diyakini mampu mengurai kemacetan melalui penguatan konektivitas antarwilayah perkotaan. Area ini akan dilengkapi dengan sistem tiket terpadu, informasi perjalanan real-time, area park and ride, ruang tunggu, lapak UMKM, serta fasilitas inklusif.

Pertumbuhan mobilitas yang sangat pesat di PIK 2 menjadi alasan utama pentingnya pembangunan ini. Kawasan tersebut kini terus berkembang sebagai pusat ekonomi baru sekaligus destinasi wisata di Jabodetabek Barat.

Proyek infrastruktur ini nantinya mengadopsi konsep Transit Oriented Development (TOD). Poin utama konsep ini menitikberatkan pada integrasi antarmoda, penguatan konektivitas first mile dan last mile, akses pedestrian, serta pengurangan penggunaan kendaraan pribadi.

Sinergi Lintas Sektor

Pengembangan terminal terintegrasi ini diproyeksikan menjadi pusat konektivitas yang menghubungkan wilayah Jakarta, Tangerang, hingga Bandara Soekarno-Hatta. Sinergi antara sektor pemerintah dan swasta dinilai menjadi kunci utama dalam membangun ekosistem transportasi perkotaan yang berkelanjutan.

Diskusi mengenai mobilitas perkotaan tersebut dihadiri oleh sejumlah narasumber kompeten. Di antaranya Direktur Prasarana Transportasi Jalan Ditjen Perhubungan Darat Toni Tauladan, dan Direktur Sistem dan Layanan Integrasi Transportasi Antarmoda Ditjen Integrasi Transportasi dan Multimoda Amirulloh.

Selain itu, hadir pula perwakilan Dinas Perhubungan DKI Jakarta serta Ketua IPOMI Kurnia Lesani Adnan. Integrasi layanan dan konsep one stop service location dinilai menjadi solusi tepat untuk menghadirkan sistem mobilitas yang aman serta berorientasi pada kenyamanan publik.

Artikel terkait

Rekomendasi