AICE Group kembali mengukir prestasi dengan membawa pulang penghargaan berpredikat nilai tertinggi #Star 5 pada ajang TOP CSR Awards 2026. Seperti dilansir dari Suara, pencapaian ini turut melengkapi penghargaan TOP Leader on CSR Commitment 2026 yang dianugerahkan kepada CEO Aice Group, Jack Wang.
Dalam ajang apresiasi berskala nasional tersebut, produsen es krim ini bersanding dengan sejumlah perusahaan besar dari berbagai sektor industri. Beberapa di antaranya meliputi Peruri, Adhi Karya, Phapros, Hutama Karya, hingga PLN Batam.
Ajang TOP CSR Awards 2026 merupakan program penghargaan tanggung jawab sosial terbesar di Indonesia. Penilaian kompetisi ini didasarkan pada pendekatan standar ISO 26000, prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), serta integrasi strategi bisnis jangka panjang.
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia turut hadir dalam seremoni tahun ini. Lembaga pemerintah tersebut memberikan apresiasi kepada korporasi yang konsisten menjalankan praktik bisnis berkelanjutan dan berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi nasional.
Ketua Penyelenggara TOP CSR Awards 2026, M. Lutfi Handayani, memaparkan bahwa program ini dirancang untuk mendorong dunia usaha di Indonesia. Tujuannya agar program tanggung jawab sosial dapat menciptakan nilai bersama bagi perusahaan sekaligus para pemangku kepentingan.
“Penilaian dilakukan dengan mempertimbangkan keselarasan program CSR terhadap strategi bisnis, penerapan ESG, tata kelola perusahaan, serta dampak sosial dan ekonomi yang dihasilkan. Dewan Juri menilai bahwa penghargaan yang diterima Aice mewakili berbagai keunggulan dalam business model dan business process yang melampaui standar dari ISO, ESG dan bisnis yang berkelanjutan,” jelas Lutfi.
Pada proses penjurian tahun ini, Aice menyoroti aspek kesehatan konsumen sebagai pilar utama tanggung jawab perusahaan. Komitmen tersebut diwujudkan secara nyata melalui strategi bisnis serta pengembangan produk secara berkelanjutan.
Merespons pergeseran tren gaya hidup masyarakat modern, perusahaan merilis varian es krim rendah kalori tanpa sukrosa. Inovasi ini hadir sebagai solusi camilan yang menyegarkan sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan kesehatan konsumen.
Senior Brand Manager Aice Group, Sylvana Zhong, menerangkan bahwa langkah ini diambil sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap dinamika kebutuhan publik yang terus bergerak maju.
"Kami melihat tren gaya hidup sehat kini menjadi bagian dari keseharian masyarakat, khususnya generasi muda urban. Karena itu, Aice terus mendorong inovasi produk yang tidak hanya menghadirkan rasa yang enak, tetapi juga memberikan pilihan yang lebih sesuai dengan kebutuhan konsumen saat ini," jelas Sylvana.
Menurut Sylvana, langkah ini menjadi bagian dari upaya strategis dalam mematangkan industri makanan modern agar lebih adaptif dan bertanggung jawab terhadap perubahan perilaku konsumen.
“Bagi Aice, tanggung jawab perusahaan tidak berhenti pada kualitas produk dan operasional, tetapi juga bagaimana kami dapat terus menghadirkan inovasi yang memiliki nilai tambah bagi masyarakat,” tambahnya.
Implementasi tata kelola berkelanjutan di dalam tubuh perusahaan tidak hanya berfokus pada produk, melainkan menyentuh sektor pendidikan dan sosial. Salah satu inisiatif jangka panjang yang berjalan sejak 2018 adalah pembangunan gedung sekolah di wilayah Lombok.
Langkah ini diambil untuk mendorong penguatan kualitas sumber daya manusia lokal. Melalui infrastruktur pendidikan yang memadai, generasi muda diharapkan siap memasuki ekosistem kerja industri makanan dan minuman.
Di samping itu, perusahaan secara rutin menggulirkan kampanye sosial berkelanjutan. Lewat program "Berbagi Ramadhan" yang diinisiasi sejak 2016, jutaan es krim dan bantuan logistik sembako telah didistribusikan secara masif ke berbagai wilayah.
Pada pelaksanaan tahun 2025, cakupan distribusi program sosial tersebut telah menjangkau lebih dari 5.000 masjid dan musholla di seluruh penjuru Indonesia.
Komitmen sosial ini juga diperkuat melalui gerakan rutin bulanan bertajuk #15HariAiceBerbagiSehat. Program yang berjalan sejak 2021 ini dilaksanakan setiap tanggal 15 dengan menggandeng berbagai komunitas lokal dan pemangku kepentingan.
Aktivitasnya mencakup dukungan operasional bagi yayasan disabilitas down syndrome, pembinaan sekolah sepak bola serta persatuan bulu tangkis, hingga edukasi kesehatan publik. Konsistensi ini membawa Aice meraih penghargaan 8th Indonesia Best CSR Awards 2026 dari The Iconomics.
Ekosistem Distribusi dan Penguatan UMKM
Untuk menunjang keamanan pangan, perusahaan memperketat implementasi quality assurance, pengawasan food safety, serta pemanfaatan teknologi manufaktur modern. Aspek rantai pasok juga diperkuat lewat sistem cold-chain distribution yang andal.
Langkah penguatan distribusi ini diintegrasikan dengan program pemberdayaan ekonomi masyarakat. Sejak tahun 2016, perusahaan aktif membagikan perangkat penyimpanan beku atau freezer secara gratis kepada para pelaku usaha mikro.
Hingga periode ini, ekosistem distribusi ritel perusahaan telah menaungi lebih dari 400 ribu mitra usaha. Jaringan ini mencakup warung tradisional, pelaku usaha cilik, hingga gerai modern trade di berbagai daerah.
Langkah ekspansi cold-chain distribution dinilai sangat krusial dalam menjawab tantangan logistik makanan beku di iklim tropis. Pendekatan ini selaras dengan tren industri global di kawasan Asia Pasifik yang kini mendominasi pasar es krim dunia.
"Kami bersyukur atas penghargaan ini. Ke depan, Aice akan terus berupaya menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan konsumen Indonesia, sekaligus memperkuat komitmen perusahaan dalam membangun industri makanan modern yang lebih berkelanjutan," kata Sylvana.