Alamtri Minerals Indonesia Bayar Dividen US$120 Juta Hari Ini

Alamtri Minerals Indonesia Bayar Dividen US$120 Juta Hari Ini

PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk. (ADMR) merealisasikan pembayaran dividen tunai kepada para pemegang saham pada Rabu (6/5/2026). Langkah korporasi ini dilakukan setelah emiten pertambangan tersebut mengantongi persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST).

Nilai total dividen yang digelontorkan mencapai US$120 juta, jumlah yang setara dengan 44,25 persen dari total laba bersih perseroan untuk tahun buku 2025. Dilansir dari Market, penetapan kurs untuk pembagian laba ini menggunakan kurs tengah Bank Indonesia per tanggal 29 April 2026.

Pihak manajemen menetapkan angka Rp17.245 per dolar AS sebagai acuan konversi mata uang. Dengan perhitungan tersebut, total dana segar yang didistribusikan kepada investor mencapai lebih dari Rp2,06 triliun.

"Dengan demikian jumlah keseluruhan dividen tunai tahun buku 2025 yang akan dibagikan oleh perseroan dalam mata uang rupiah adalah sebesar Rp2.069.463.620.530," tulis Manajemen ADMR.

Penetapan nilai dividen ini terjadi di tengah koreksi kinerja keuangan perusahaan sepanjang tahun lalu. Berdasarkan laporan keuangan 2025, ADMR mencatatkan penurunan pendapatan usaha sebesar 15,70 persen secara tahunan menjadi US$972,95 juta.

Sektor pertambangan masih menjadi tulang punggung utama dengan kontribusi sebesar US$968,80 juta, sementara segmen jasa lainnya menyumbang US$14,93 juta. Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk juga mengalami penyusutan signifikan.

Tercatat laba bersih ADMR merosot 37,89 persen dari US$436,66 juta pada tahun 2024 menjadi US$271,21 juta pada akhir 2025. Struktur kepemilikan saham perusahaan saat ini masih didominasi oleh segelintir entitas besar.

Alamtri Resources Indonesia memegang posisi sebagai pemegang saham pengendali dengan porsi kepemilikan mencapai 85,45 persen. Selain itu, terdapat nama Veranus Capital dan Silvercity Enterprise Limited dalam daftar pemegang saham dengan kepemilikan di atas 1 persen.

Artikel terkait

Rekomendasi