Menangis kerap diidentikkan dengan kesedihan, sehingga munculnya air mata di tengah momen kegembiraan terasa cukup unik. Fenomena psikologis ini kemungkinan besar dirasakan oleh para pendukung Arsenal baru-baru ini.
Dilansir dari Detik Health, Tim Meriam London resmi mengunci gelar juara Liga Inggris musim 2025/2026 setelah menanti selama 22 tahun. Kepastian tersebut diperoleh setelah Manchester City ditahan imbang 1-1 oleh Bournemouth di Vitality Stadium pada Rabu (20/5) dini hari WIB.
Fenomena air mata kebahagiaan atau yang dikenal sebagai happy tears merupakan respons tubuh yang sepenuhnya normal. Para ilmuwan dan peneliti dari Verywellmind telah lama mempelajari alasan di balik munculnya air mata saat seseorang merasakan kegembiraan yang luar biasa.
Teori awal menyebutkan bahwa tangisan ini terjadi akibat adanya luapan emosi yang sebelumnya ditekan. Dalam konteks para pendukung Arsenal, hal ini berkaitan dengan penantian panjang yang diwarnai kegagalan di akhir musim hingga memunculkan sindiran tertentu.
Sementara itu, teori lain dari ilmuwan Miceli dan Castelfranchi mengungkapkan bahwa segala bentuk tangisan pada dasarnya berakar dari perasaan frustrasi, ketidakberdayaan, serta kepasrahan. Menangis menjadi hal yang sulit dibendung ketika seseorang dihadapkan pada emosi yang sangat kuat.
Sejumlah riset mengindikasikan bahwa menangis berperan penting dalam membantu tubuh mengelola emosi yang intens. Proses ini berfungsi sebagai sarana untuk melepaskan sebagian dari beban emosional yang dirasakan.
Berdasarkan data dari WebMD, studi terbaru mengategorikan empat jenis air mata positif, yaitu air mata kegembiraan, kasih sayang, keindahan, dan pencapaian. Menangis memicu tubuh untuk memproduksi hormon oksitosin dan endorfin yang dapat meningkatkan suasana hati.
Sebaliknya, menahan air mata atau merasa malu saat menangis justru dapat memberikan dampak negatif bagi kondisi psikologis. Tangisan karena bahagia memiliki fungsi krusial untuk memulihkan stabilitas emosional seseorang setelah mengalami kejutan emosi yang masif.