Alfamart Bagikan Dividen Rp 1,7 Triliun Usai Pendapatan Meningkat

Alfamart Bagikan Dividen Rp 1,7 Triliun Usai Pendapatan Meningkat

PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart) dengan kode saham AMRT memutuskan untuk membagikan dividen senilai kisaran Rp 1,7 triliun dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan di Tangerang, Kamis (4/6/2026).

Alokasi keuntungan ini diambil setelah emiten ritel tersebut membukukan pertumbuhan kinerja keuangan yang positif sepanjang tahun buku 2025, seperti dilansir dari Detik Finance.

Peningkatan rasio profitabilitas perseroan didorong oleh ekspansi gerai secara masif yang dilakukan perusahaan, terutama pada wilayah di luar Pulau Jawa dalam periode lima tahun terakhir.

Manajemen perusahaan menetapkan nilai keuntungan per saham yang akan diterima oleh para pemegang saham dari total keseluruhan dana dividen tersebut.

"Nah tadi berdasarkan hasil RUPS jumlah dividen yang dibagikan itu berkisar di Rp 1,7 triliun atau per sahamnya di Rp 41,5 per saham," kata Corporate Secretary Alfamart Tomin Widian usai RUPS di Tangerang, Kamis (4/6/2026).

Penetapan besaran dividen ini berkaitan langsung dengan capaian pendapatan serta laba kotor perusahaan yang mengalami kenaikan signifikan pada laporan keuangan konsolidasi.

"Sekarang kita lihat kinerja laporan keuangan konsolidasi tahun 2025. Kita lihat di sini ada revenue tahun 2025 itu tumbuh sebesar 7,2% dengan total revenue di Rp 126,7 triliun. Sedangkan gross profit itu pertumbuhannya 9,43% menjadi Rp 27,7 triliun dari sebelumnya di Rp 25,3 triliun," ungkap Tomin Widian.

Selain margin laba kotor yang membaik, laba operasional dari jaringan ritel ini juga menunjukkan performa positif dengan pertumbuhan mencapai dua digit.

"Persentase gross profit bagi kita itu juga meningkat dibandingkan tahun sebelumnya dan untuk income from operation itu kita bisa tumbuh di 11,8% di angka Rp 4,5 triliun di tahun 2025," sambung Tomin Widian.

Pertumbuhan finansial perseroan ini berjalan beriringan dengan sebaran toko fisik ritel yang saat ini telah mencapai total 24.434 gerai serta didukung oleh 400 titik pasokan barang.

"Kelihatan bahwa memang pertumbuhan toko-toko kita itu dari kita lihat di lima tahun terakhir trendnya itu keluar pulau. Jadi kalau kita lihat yang biru atas itu di tahun 2021 kontribusinya 2,3% di akhir 2025 itu telah meningkat menjadi 36,6%," tutup Tomin Widian.

Artikel terkait

Rekomendasi