Aktris Alyssa Daguise dan Steffi Zamora baru-baru ini menjadi sorotan netizen setelah membagikan momen mengasuh anak di media sosial. Fokus perhatian publik tertuju pada unggahan mereka yang memperlihatkan Air Susu Ibu (ASI) berwarna kuning.
Unggahan tersebut memicu beragam pertanyaan dari warganet mengenai normal atau tidaknya perubahan warna tersebut. Dilansir dari Suara, fenomena ini berkaitan erat dengan kondisi kesehatan ibu serta manfaat nutrisi yang terkandung bagi sang buah hati.
Munculnya warna kuning pada ASI sering kali menimbulkan kekhawatiran bagi para ibu menyusui. Padahal, secara medis, kondisi ini tergolong normal dan menandakan adanya kandungan nutrisi tinggi yang sedang dibutuhkan oleh bayi.
Berdasarkan informasi dari laman ayosehat.kemkes.go.id, warna kuning keemasan merupakan ciri khas kolostrum. Ini adalah jenis ASI pertama yang diproduksi tubuh ibu dalam rentang waktu dua sampai enam bulan setelah persalinan.
Kolostrum memiliki tekstur yang cenderung lebih kental dibandingkan ASI pada umumnya. Cairan ini kaya akan protein, antibodi, serta berbagai nutrisi esensial yang berfungsi memperkuat sistem kekebalan tubuh bayi baru lahir.
Produksi kolostrum biasanya sudah dimulai sejak trimester kedua masa kehamilan dan akan keluar pada hari-hari awal setelah kelahiran. Karena kadar antibodinya yang sangat pekat, jenis ASI ini sering dijuluki sebagai "vaksin alami" pertama untuk melindungi bayi dari risiko infeksi.
Faktor Lain yang Memengaruhi Warna ASI
Selain faktor kolostrum, warna air susu juga dipengaruhi oleh jenis makanan yang dikonsumsi oleh ibu. Pigmen alami dari bahan pangan tertentu dapat mengubah tampilan visual ASI secara signifikan.
Konsumsi makanan yang kaya beta-karoten seperti wortel, labu, ubi, hingga kunyit dapat membuat ASI tampak lebih kuning. Zat warna alami dari makanan tersebut masuk ke dalam aliran darah dan memengaruhi warna susu yang dihasilkan.
Proses penyimpanan juga memegang peranan penting dalam perubahan warna. ASI perah yang diletakkan di dalam lemari pendingin atau freezer sering kali terlihat lebih kuning dibandingkan saat masih segar.
Fenomena ini terjadi karena adanya pemisahan lapisan lemak yang kemudian mengapung di bagian atas. Setelah dicairkan, konsentrasi lemak tersebut membuat warna kuning terlihat lebih menonjol dan jelas.
Ragam Warna ASI yang Sehat bagi Bayi
Dikutip dari Alodokter, warna ASI bisa bervariasi pada setiap individu tergantung pada fase menyusui dan kandungan lemaknya. Berikut adalah beberapa variasi warna yang umum ditemui:
- Putih Kekuningan: Biasanya muncul setelah masa kolostrum berakhir, menandakan kandungan lemak dan nutrisi yang stabil untuk pertumbuhan.
- Putih Kebiruan: Sering ditemukan pada jenis foremilk atau susu awal yang tinggi kandungan air guna memenuhi kebutuhan hidrasi bayi.
- Putih Krem: Merupakan ciri hindmilk atau susu akhir yang kaya lemak untuk membantu meningkatkan berat badan bayi.
- Sedikit Kehijauan: Muncul akibat konsumsi sayuran hijau seperti bayam atau daun katuk oleh sang ibu.
- Putih Kecokelatan: Terjadi pada ASI perah yang telah disimpan lama akibat proses pemisahan lemak secara alami.
Secara umum, ASI kuning bukan merupakan indikasi bahaya selama bayi tetap aktif dan menyusu dengan pola yang baik. Namun, ibu disarankan segera berkonsultasi dengan dokter jika perubahan warna disertai aroma yang tidak sedap atau rasa nyeri pada payudara.