PT Amman Mineral Nusa Tenggara resmi bergabung dalam keanggotaan International Copper Association (ICA) guna memperkuat posisi perusahaan dalam rantai pasok tembaga global pada Rabu (6/5/2026). Anak usaha PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) ini menjadi produsen tembaga pertama asal Asia Tenggara yang masuk dalam organisasi tersebut.
Langkah strategis ini diambil seiring dengan transformasi perusahaan yang kini telah mengoperasikan fasilitas peleburan dan pemurnian logam mulia secara mandiri. Sebagaimana dilansir dari Market, ICA merupakan asosiasi global beranggotakan 39 perusahaan dari enam benua yang mewakili lebih dari 50 persen total produksi tembaga dunia.
Direktur AMMN, Naveen Chandralal, menyatakan bahwa keanggotaan ini menegaskan komitmen perusahaan terhadap produksi tembaga yang bertanggung jawab. Hal ini juga mendukung peran komoditas tersebut dalam proses elektrifikasi dan transisi energi di tingkat global.
"Sebagai anggota ICA pertama dari Asia Tenggara, kami bangga dapat membawa perspektif Indonesia ke dalam diskusi global mengenai masa depan tembaga," kata Naveen.
Pencapaian tersebut memperkokoh kedudukan Amman dalam seluruh lini bisnis tembaga, mulai dari hulu hingga hilir. Menurut Naveen, Indonesia memiliki peran yang sangat krusial dalam rantai pasok regional maupun internasional sebagai kekuatan ekonomi terbesar di kawasan Asia Tenggara.
Ketua ICA, Steven Rowland, memberikan tanggapan positif atas bergabungnya perusahaan tambang asal Indonesia tersebut ke dalam organisasi yang dipimpinnya. Ia menyoroti kemajuan teknologi pertambangan yang diterapkan oleh perusahaan.
"Kami menantikan kemitraan yang terus bertumbuh seiring upaya kami memperluas suara sebagai otoritas terkemuka di bidang tembaga," kata Steven.
Berdasarkan data keuangan per Desember 2025, AMMN mencatatkan kinerja positif dengan perolehan laba bersih mencapai US$248,97 juta atau setara Rp4,2 triliun. Perseroan juga berhasil menjaga margin EBITDA di level 572,54 per ton dengan total raihan US$1,05 miliar.
| Indikator | Jumlah/Nilai |
|---|---|
| Laba Bersih | US$248,97 Juta |
| Produksi Katoda Tembaga | 79.849 Ton |
| Produksi Emas Murni | 124.723 Ons |
| Penjualan Konsentrat (Kuartal Terakhir) | 151.353 Metrik Ton Kering |
| Total Aset | US$13,87 Miliar |
Pertumbuhan aset perusahaan tercatat melonjak sebesar 24,72 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Di sisi lain, liabilitas perseroan mengalami kenaikan sebesar 43,70 persen secara tahunan menjadi US$8,43 miliar, sementara posisi ekuitas tumbuh tipis 3,48 persen ke angka US$5,43 miliar.