PT Anabatic Technologies Tbk (ATIC) memperkuat jajaran manajemen dengan menunjuk Irfan Setiaputra sebagai Presiden Komisaris dan Komisaris Independen dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan pada 7 Mei 2026 di Graha Anabatic. Langkah strategis ini diambil guna mengakselerasi eksekusi transformasi digital di tengah persaingan pasar teknologi yang semakin ketat.
Perubahan struktur kepemimpinan tersebut bertujuan memperkokoh tata kelola perusahaan sekaligus mendorong inovasi pada portofolio layanan perseroan. Pengalaman Irfan yang pernah memimpin sektor penerbangan dan telekomunikasi diharapkan membawa perspektif baru dalam menghadapi dinamika industri teknologi informasi yang terus berevolusi cepat.
Emiten berkode saham ATIC ini juga melengkapi komposisi Dewan Komisaris dengan mengangkat Prasetio sebagai Komisaris Independen dan Victor Budi Tanuadji sebagai Komisaris Perseroan. Penguatan tim pengawas ini ditujukan untuk meningkatkan aspek transparansi serta akuntabilitas dalam setiap inisiatif pengembangan solusi kecerdasan buatan (AI) dan data cloud.
Strategi pertumbuhan perusahaan saat ini difokuskan pada segmen Cloud & Digital Platform Partner (CDPP) yang menjadi motor utama pendapatan. Sepanjang tahun 2025, perseroan telah menambah 26 produk baru dan meluncurkan dua produk berbasis kekayaan intelektual (IP) milik sendiri untuk memperluas jangkauan layanan ke berbagai sektor industri.
Modernisasi data dan pengembangan Digital AI Contact Center menjadi prioritas di bawah naungan unit CDPP guna mempercepat proses transformasi pelanggan. Melalui inisiatif DEOS, komponen AI diintegrasikan ke dalam layanan outsourcing untuk menghasilkan efisiensi operasional dan kualitas pelayanan yang lebih tinggi bagi mitra bisnis.
Potensi industri TI nasional diproyeksikan tetap tumbuh berkelanjutan dengan estimasi nilai pasar mencapai USD 46 miliar pada 2025. Pertumbuhan tahunan rata-rata (CAGR) diperkirakan berada pada kisaran 8 hingga 10 persen sampai tahun 2030, yang didorong oleh percepatan digitalisasi pada sektor publik maupun swasta.
Manajemen menegaskan bahwa inovasi yang relevan bagi klien menjadi kunci keberlanjutan perusahaan di tengah volatilitas pasar global. Peningkatan kualitas layanan dilakukan melalui standarisasi dan adopsi teknologi terkini guna memastikan pengalaman pelanggan yang konsisten baik di pasar nasional maupun regional.