Analis Azis menilai langkah PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) mempertahankan margin usaha di tengah pelemahan nilai tukar rupiah dan kenaikan harga komoditas global sudah tepat melalui keputusan pembagian dividen terbaru, seperti dilansir dari Investasi pada Jumat (29/5/2026).
Kebijakan menahan mayoritas laba bersih guna keperluan ekspansi korporasi dipandang sebagai langkah taktis yang aman untuk mempertahankan kinerja keuangan perseroan. Efisiensi pada operasional dan penguatan portofolio produk menjadi fokus utama untuk meredam tekanan daya beli masyarakat.
"Dengan kondisi rupiah yang terus melemah, keputusan ini sudah cukup baik. KLBF juga perlu menjaga margin mengingat potensi kenaikan biaya akibat pelemahan rupiah dan kenaikan harga komoditas," ujar Azis, Analis.
Tingkat imbal hasil dari dividen emiten farmasi ini juga dinilai masih berada pada level yang kompetitif bagi para pemegang saham di pasar modal.
"Sisa laba untuk ekspansi kami lihat merupakan strategi yang baik, mengingat masih ada potensi pengembangan bisnis. Namun, fokus menjaga biaya operasional tetap menjadi kunci," jelas Azis.
Langkah diversifikasi bahan baku serta pengendalian ketat pada pos biaya distribusi dinilai menjadi faktor penentu dalam menjaga profitabilitas perusahaan di tengah ketidakpastian makroekonomi.
"Strategi paling penting adalah menjaga efisiensi operasional dan memperkuat portofolio produk dengan margin lebih tinggi, terutama di segmen consumer health dan nutrition," kata Azis.
Prospek bisnis emiten ini diproyeksikan tetap solid karena karakteristik industrinya yang defensif serta kepemilikan jaringan distribusi yang luas di Indonesia.
"Pendapatan dan laba bersih diperkirakan masih tumbuh, meski dengan laju yang lebih moderat akibat tekanan daya beli dan kenaikan biaya bahan baku impor," imbuh Azis.
Penurunan harga saham yang sedang berlangsung membuat investor disarankan untuk tidak terburu-buru melakukan transaksi pada saham ini.