Andalan Artha Primanusa Perluas Operasi Tambang Batu Bara dan Nikel

Andalan Artha Primanusa Perluas Operasi Tambang Batu Bara dan Nikel

PT Andalan Artha Primanusa (Andalan) menjalankan strategi ekspansi besar-besaran di sektor pertambangan batu bara dan nikel mulai Senin (4/5/2026) untuk merespons prospek komoditas yang dinilai tetap cerah dalam jangka panjang. Langkah ini mencakup pengamanan sejumlah kontrak baru serta diversifikasi ke komoditas mineral strategis.

Gahari Christine selaku Direktur Utama Andalan menjelaskan bahwa peningkatan aktivitas di sektor nikel dan batu bara memicu tingginya permintaan terhadap jasa kontraktor. Hal ini dilansir dari Market, yang menekankan pentingnya efisiensi operasional bagi keberlanjutan proyek tambang di lapangan.

Penegasan mengenai vitalnya peran kontraktor muncul seiring dengan meningkatnya kompleksitas operasional di area pertambangan saat ini. Manajemen menilai eksekusi lapangan menjadi faktor kunci di samping ketersediaan sumber daya itu sendiri.

"Di industri pertambangan, yang paling menentukan bukan hanya resource, tapi konsistensi eksekusi di lapangan," ujar Gahari Christine, Direktur Utama Andalan.

Guna memperkuat posisi bisnisnya, perusahaan telah mengantongi sejumlah kontrak kerja baru sepanjang tahun 2026. Beberapa mitra strategis yang telah memberikan kepercayaan pekerjaan di sektor batu bara antara lain PT Daya Bumindo Karunia, PT Intan Bumi Persada, dan PT Arkara Prathama Energi.

Selain memperkuat basis di sektor batu bara, Andalan mulai merambah komoditas nikel untuk diversifikasi portofolio perusahaan. Penetrasi ini diawali dengan perolehan kontrak pengembangan dan operasi penambangan bersama PT Position di wilayah Maluku Utara yang telah berjalan sejak Januari 2026.

Prospek industri yang solid menjadi landasan kuat di balik ekspansi ini, mengingat permintaan batu bara tetap stabil untuk kebutuhan listrik nasional. Sementara itu, nikel diposisikan sebagai komoditas utama dalam transisi energi global dan ekosistem kendaraan listrik dunia.

Dominasi Indonesia dalam rantai pasok nikel global, baik dari sisi produksi maupun hilirisasi, diproyeksikan akan terus meningkat. Kondisi pasar tersebut diyakini akan memperbesar kebutuhan terhadap mitra kontraktor tambang yang memiliki rekam jejak andal.

Andalan menerapkan model bisnis end-to-end yang mencakup seluruh tahapan, mulai dari eksplorasi, produksi, hingga tahap reklamasi. Saat ini, jangkauan operasional perusahaan telah tersebar di berbagai wilayah strategis meliputi Sumatera Selatan, Kalimantan, dan Halmahera Timur.

Artikel terkait

Rekomendasi