Emiten pertambangan emas PT Archi Indonesia Tbk. (ARCI) memutuskan pembagian dividen total senilai US$60 juta dari perolehan laba bersih tahun buku 2025. Keputusan tersebut ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Jakarta pada Kamis (7/5/2026).
Total dividen yang dibagikan entitas Grup Rajawali ini setara dengan rasio pembayaran sebesar 60 persen dari keseluruhan laba bersih tahun berjalan 2025. Dilansir dari Market, perusahaan membukukan laba bersih senilai US$102,52 juta sepanjang tahun lalu.
Direktur Utama Archi Indonesia Rudi Suhendra memaparkan bahwa sebagian dari total dana dividen tersebut sudah disalurkan kepada para pemegang saham pada akhir tahun lalu. Sebanyak 30 persen atau senilai US$30 juta telah dibayarkan sebagai dividen interim pada Desember 2025.
"Sisanya [30%] akan dibagikan pada Juni mendatang," pungkas Rudi dalam paparan publik di Jakarta, Kamis (7/5/2026).
Berdasarkan kurs Jisdor per 6 Mei 2026 di level Rp17.405 per dolar AS, nilai total dividen tersebut mencapai Rp1,04 triliun. Adapun sisa pembayaran yang dijadwalkan pada Juni mendatang tercatat setara dengan Rp522,15 miliar.
Pencapaian finansial ini didorong oleh kinerja operasional yang solid dengan volume produksi mencapai 122.000 ounces, atau mengalami pertumbuhan 33 persen secara tahunan. Peningkatan produksi tersebut mengangkat pendapatan perseroan hingga menyentuh angka US$496,22 juta.
Rincian pendapatan ARCI mencakup kontribusi dari pasar domestik sebesar US$390,86 juta dan pasar luar negeri senilai US$96,37 juta. Sementara itu, beban pokok penjualan perusahaan tercatat terkendali dengan kenaikan tipis menjadi US$286,18 juta dibandingkan tahun sebelumnya.
Selain beban pokok, perusahaan juga mencatatkan sejumlah pengeluaran operasional lainnya sepanjang 2025. Beban penjualan tercatat US$476.634, beban umum dan administrasi US$11,81 juta, beban keuangan US$40,24 juta, serta beban pajak penghasilan yang mencapai US$63,42 juta.