Emiten produsen emas PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) memutuskan untuk menebar dividen bernilai jumbo sebesar US$60 juta atau setara Rp1,02 triliun. Alokasi ini diambil dari perolehan laba bersih perseroan pada tahun buku 2025.
Dikutip dari Market melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (12/5/2026), total dividen tersebut merepresentasikan sekitar 58,5% dari laba tahun berjalan yang dibukukan perseroan. Keputusan ini merupakan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang terlaksana pada 7 Mei 2026.
Manajemen ARCI merinci bahwa pembagian ini mencakup dividen interim senilai US$30 juta atau Rp499,83 miliar yang sudah disetorkan kepada pemegang saham pada 16 Desember 2025. Sementara itu, sisa US$30 juta atau sekitar Rp522,15 miliar dialokasikan sebagai dividen final.
Untuk keperluan konversi nilai dividen final, perseroan menetapkan kurs tengah Bank Indonesia per 7 Mei 2026 yakni sebesar Rp17.405 per dolar Amerika Serikat. Dengan total 25,235 miliar lembar saham yang tercatat, setiap investor akan menerima pembayaran sebesar Rp20,69 per saham.
Jadwal cum dividen ARCI pada pasar reguler serta negosiasi jatuh pada 19 Mei 2026, yang diikuti oleh ex dividen pada 20 Mei 2026. Sementara itu, cum dividen pasar tunai diagendakan pada 21 Mei 2026 dengan masa ex dividen pada 22 Mei 2026.
Perseroan menetapkan tanggal pencatatan atau recording date bagi pemegang saham yang berhak pada 21 Mei 2026. Adapun proses pendistribusian dana dividen dijadwalkan berlangsung secara serentak pada 9 Juni 2026 mendatang.
Mekanisme pembayaran bagi investor yang berada dalam penitipan kolektif KSEI akan dikirim melalui rekening dana nasabah (RDN) di perusahaan efek atau bank kustodian. Bagi pemilik saham di luar penitipan kolektif, dana dikirim lewat transfer langsung ke rekening pribadi.
Seluruh proses pembayaran akan mengikuti regulasi perpajakan yang berlaku. Hal ini juga mencakup tarif khusus bagi wajib pajak luar negeri yang menggunakan fasilitas Persetujuan Penghindaran Pajak Berganda (P3B).
Kinerja keuangan ARCI sepanjang 2025 tercatat sangat impresif dengan produksi emas mencapai 122.000 ons, atau tumbuh 31% secara tahunan. Lonjakan performa ini dipicu oleh aktifnya kembali Pit Araren serta mulai beroperasinya Pit Marawuwung.
Secara finansial, perseroan meraih pendapatan US$496 juta atau melesat 72% dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini juga tercermin pada EBITDA yang naik 194% menjadi US$231 juta, serta laba bersih yang meroket dari US$10 juta pada 2024 menjadi US$103 juta pada 2025.