PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) mematok target pertumbuhan produksi emas minimal 15 persen untuk tahun 2026 setelah berhasil mencatatkan volume produksi sebesar 122.000 ons di sepanjang tahun 2025. Rencana ini dibarengi dengan strategi peningkatan kapasitas pengolahan serta perluasan tambang bawah tanah.
Dilansir dari Market, emiten tambang ini akan memulai fase konstruksi untuk mendongkrak kapasitas pabrik pengolahan dari semula 4 juta ton menjadi 6 juta ton per tahun mulai 2026. Langkah ini diambil guna mengoptimalkan potensi cadangan emas yang dimiliki perseroan di wilayah konsesinya.
Direktur Utama PT Archi Indonesia Tbk Rudy Suhendra memberikan penjelasan mengenai proyek ekspansi fasilitas pengolahan tersebut dalam paparan publik di Jakarta pada Kamis (7/5/2026).
"Proyek ini ditargetkan meningkatkan produksi emas serta mengoptimalkan nilai aset perseroan ke depannya," ujarnya dalam paparan publik di Jakarta, Kamis (7/5/2026).
Rudy menekankan bahwa pencapaian kinerja tahun sebelumnya menunjukkan ketahanan operasional perusahaan di tengah situasi global yang tidak menentu.
"Perseroan berkomitmen meningkatkan kegiatan operasi secara berkelanjutan," katanya.
Peningkatan operasional ini didukung oleh performa finansial yang signifikan pada 2025, di mana pendapatan ARCI melonjak 72 persen secara tahunan menjadi US$496 juta. Laba bersih perusahaan juga mengalami kenaikan drastis menjadi US$103 juta dibandingkan tahun 2024 yang hanya sebesar US$10 juta.
Berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Kamis (7/5/2026), perusahaan sepakat membagikan dividen total senilai US$60 juta atau setara Rp1,04 triliun. Jumlah ini mewakili 60 persen dari total laba bersih tahun buku 2025.
Direktur Utama Archi Indonesia Rudi Suhendra mengonfirmasi bahwa sebagian dari dana dividen tersebut telah disalurkan kepada para pemegang saham pada akhir tahun lalu.
"Dari total US$60 juta tersebut, sebesar 30% atau US$30 juta telah dibayarkan perseroan kepada pemegang saham sebagai dividen interim pada Desember 2025," ujar Rudi.
Sisa pembayaran dividen dijadwalkan akan segera rampung pada pertengahan tahun ini sesuai dengan mekanisme regulasi yang berlaku.
"Sisanya [30%] akan dibagikan pada Juni mendatang," ujar Rudi.
Selain fokus pada emas, ARCI juga melakukan diversifikasi melalui anak usahanya, PT Toka Tindung Geothermal (TTG), yang telah mengantongi izin panas bumi sejak Juni 2025. Proyek ini telah ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) untuk mendukung lini bisnis energi berkelanjutan.