ARSSI Bali Gandeng Privy Implementasikan Tanda Tangan Elektronik

ARSSI Bali Gandeng Privy Implementasikan Tanda Tangan Elektronik

Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI) Cabang Bali secara resmi menjalin kolaborasi dengan Privy untuk menerapkan Tanda Tangan Elektronik (TTE) tersertifikasi di berbagai lini operasional rumah sakit. Langkah ini diambil sebagai pemenuhan mandat Peraturan Menteri Kesehatan No. 24 Tahun 2022 terkait kewajiban Rekam Medis Elektronik (RME), seperti dikutip dari Medcom.

Peresmian kerja sama strategis tersebut dilakukan dalam forum CEO Meeting di Denpasar yang dihadiri oleh 50 pimpinan rumah sakit swasta di Bali, perwakilan Kementerian Kesehatan RI, serta BPJS Kesehatan Wilayah Bali. Sinergi ini dirancang untuk mengefisiensikan alur birokrasi dan administrasi, mulai dari pencatatan rekam medis, penandatanganan e-resep, persetujuan tindakan medis, hingga akselerasi klaim BPJS.

Ketua Tim Kerja Kesehatan Lanjutan dan Bioteknologi Kemenkes RI, Haidar Istiqlal, menegaskan bahwa penerapan TTE bukan sekadar aktivitas mendigitalisasi dokumen fisik. Langkah ini merupakan investasi jangka panjang yang strategis demi membangun ekosistem data kesehatan nasional yang bermutu tinggi.

"Kualitas data menjadi fondasi transformasi layanan digital. Dengan TTE yang sah, integrasi antar-fasilitas kesehatan seperti rujukan dan riwayat pengobatan dapat berjalan akurat dan efisien," ujar Haidar.

Perwakilan dari BPJS Kesehatan Wilayah XI, Frizco Surgaria, menyampaikan pandangan serupa bahwa digitalisasi memegang peran krusial dalam mempercepat proses verifikasi pembayaran. Selama ini, kendala utama yang sering menghambat kelancaran klaim adalah ketidaklengkapan dokumen administrasi.

Melalui integrasi sistem RME dan teknologi TTE, proses pengajuan klaim diharapkan dapat berjalan jauh lebih cepat. Hasil akhirnya akan bermuara pada pemberian layanan kesehatan yang lebih efisien bagi seluruh peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Ketua ARSSI Bali, dr. I Nyoman Gede Bayu Wiratama Suwedia, mengutarakan bahwa kemitraan dengan Privy merupakan bentuk nyata gotong royong dari rumah sakit swasta di Bali. Upaya bersama ini ditujukan untuk menjawab tantangan sistem serta kendala integrasi data yang dihadapi di lapangan.

Privy sendiri tercatat telah mengantongi kepercayaan dari 71 juta pengguna serta lebih dari 200 ribu korporasi di Indonesia. Beberapa di antaranya mencakup jaringan grup rumah sakit besar seperti Hermina dan Sentra Medika.

Vice President Business Development Privy, Bara Sakti Walandouw, menjelaskan bahwa pemanfaatan teknologi TTE mampu memangkas durasi koordinasi birokrasi antar-divisi secara signifikan. Proses yang biasanya memakan waktu hingga hitungan hari kini dapat diselesaikan hanya dalam waktu beberapa menit.

Jaminan keaslian dokumen yang berkekuatan hukum tetap juga menjadi faktor utama pelindung kepercayaan di setiap jenjang digitalisasi. Melalui ikatan kemitraan ini, ARSSI bersama Privy berkomitmen penuh dalam menyukseskan misi transformasi kesehatan Indonesia yang lebih modern, legal, serta aman.

Artikel terkait

Rekomendasi