Arthakencana Rayatama Borong 181 Juta Saham AKR Corporindo

Arthakencana Rayatama Borong 181 Juta Saham AKR Corporindo

Struktur kepemilikan PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) mengalami perubahan signifikan setelah pemegang saham pengendali melakukan aksi borong saham di pasar. Langkah strategis ini memperkuat kendali mayoritas di dalam perusahaan distribusi energi dan logistik tersebut.

Arthakencana Rayatama selaku pemegang saham utama terpantau menambah porsi kepemilikannya secara bertahap. Berdasarkan laporan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dikutip dari Info, transaksi pembelian ini berlangsung selama tiga hari kerja berturut-turut.

Sebelum rangkaian transaksi dilakukan, Arthakencana Rayatama tercatat memiliki 12,78 miliar lembar saham. Jumlah tersebut setara dengan 63,705% dari total hak suara yang ada pada perusahaan berkode saham AKRA itu.

Setelah seluruh transaksi selesai pada 6 Mei 2026, jumlah kepemilikan melonjak menjadi sekitar 12,96 miliar lembar saham. Dengan demikian, persentase hak suara Arthakencana Rayatama kini berada di angka 64,607%.

Penambahan kepemilikan sekitar 181 juta saham tersebut dilakukan dengan harga pelaksanaan yang berbeda-beda setiap harinya. Pada transaksi perdana tanggal 4 Mei 2026, Arthakencana Rayatama menyerap 67.261.000 lembar saham pada harga Rp1.580 per saham.

Pembelian dengan volume yang sama, yakni 67.261.000 lembar, kembali dilakukan pada 5 Mei 2026. Namun, pada hari kedua ini harga pembelian sedikit terkoreksi ke level Rp1.570 per lembar saham.

Pada hari terakhir transaksi yaitu 6 Mei 2026, pemegang saham pengendali kembali membeli 46.483.000 lembar saham. Kali ini harga eksekusi berada di level Rp1.520 per saham, yang menunjukkan dinamika pasar selama periode pembelian tersebut.

Rencana Pelepasan Sisa Saham Treasuri

Selain penambahan porsi oleh pengendali, AKR Corporindo juga tengah menyiapkan skema pengalihan sisa saham hasil pembelian kembali atau saham treasuri. Kebijakan ini diambil untuk mengoptimalkan pengelolaan aset yang sebelumnya telah dibeli kembali oleh perusahaan.

Sesuai regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), perusahaan telah menyampaikan pengumuman resmi terkait rencana tersebut. Pengumuman wajib dilakukan minimal lima hari kerja sebelum proses penjualan saham ke pasar dimulai.

Sebagian dari saham treasuri ini sebenarnya telah dialokasikan untuk program insentif bagi internal perusahaan. Saham tersebut digunakan dalam Management and Employee Stock Ownership Program (MESOP) untuk meningkatkan motivasi manajemen dan karyawan.

Program kepemilikan saham tersebut menggunakan stok yang berasal dari aksi buyback perusahaan pada periode 16 Maret 2020 hingga 12 Juni 2020. Informasi mengenai pemanfaatan saham untuk MESOP ini telah dipublikasikan sejak Maret 2024 lalu.

Mekanisme Penjualan di Bursa Efek Indonesia

Sisa saham treasuri yang tidak terpakai untuk program MESOP akan segera dilepas ke pasar reguler. Perusahaan telah menunjuk PT Samuel Sekuritas Indonesia sebagai perantara atau broker yang akan memfasilitasi proses penjualan di BEI.

Jumlah saham yang akan dilego mencapai maksimal 181.005.000 lembar saham. Proses penjualan dijadwalkan dimulai pada 4 Mei 2026 dan akan terus berlangsung secara bertahap hingga seluruh sisa saham terserap oleh publik.

Mekanisme penjualan akan memanfaatkan pasar negosiasi di bursa dengan mengikuti ketentuan harga yang berlaku. Strategi ini diharapkan dapat meningkatkan likuiditas perdagangan saham AKRA serta memberikan keseimbangan pada struktur permodalan perusahaan.

Artikel terkait

Rekomendasi