PT Arwana Citramulia Tbk (ARNA) secara resmi mengalokasikan dana sebesar Rp 330,36 miliar sebagai dividen tahun buku 2025 melalui keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Rabu, 8 April 2026. Alokasi laba tersebut akan dibagikan kepada para pemegang saham emiten produsen keramik tersebut di Cikande, Banten.
Sebagaimana dilansir dari Stocksetup, pembagian dividen ini merepresentasikan rasio pembayaran dividen sebesar 82,5 persen dari total perolehan laba bersih perusahaan sepanjang tahun 2025. Jumlah ini setara dengan nilai Rp 45 per lembar saham yang akan diterima oleh investor.
Chief Financial Officer Arwana Citramulia, Rudy Suyanto, memberikan penjelasan mengenai jadwal pembayaran dana tersebut kepada publik. Ketetapan waktu ini mengikuti aturan yang berlaku setelah mendapatkan persetujuan resmi dari forum rapat pemegang saham.
"Dewan Direksi Arwana sudah mengajukan ke RUPST, untuk pembayaran dividen dari laba tahun 2025 yang akan dibayarkan dalam waktu 30 hari dari keputusan hari ini," jelas Rudy Suyanto, Chief Financial Officer Arwana Citramulia.
Manajemen perusahaan menekankan bahwa imbal hasil yang diberikan berada pada level yang kompetitif jika dibandingkan dengan instrumen investasi perbankan lainnya. Besaran yield tersebut diklaim melampaui rata-rata bunga deposito saat ini.
"Serta, dividen yield sekitar 8,6%. Jadi cukup tinggi di atas 8% dengan payout ratio mencapai di atas 82%," kata Rudy Suyanto.
Pihak manajemen juga menggarisbawahi dampak positif dari kebijakan korporasi ini bagi para pemilik saham perusahaan. Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya perseroan untuk menjaga kepercayaan para investor.
"usulan dari perseroan ini dapat memberikan nilai tambah kepada para pemegang saham Arwana Citramulia," tambah Rudy Suyanto.
Berdasarkan laporan kinerja keuangan 2025, pendapatan bersih Arwana Citramulia tercatat tumbuh 10,71 persen secara tahunan menjadi Rp 2,91 triliun. Namun, laba bersih emiten mengalami penurunan sebesar 6 persen menjadi Rp 400,48 miliar dibandingkan perolehan tahun sebelumnya yang mencapai Rp 425,97 miliar.
Pada penutupan perdagangan saat RUPST berlangsung, harga saham ARNA menguat 1,92 persen ke level 530 per lembar. Dengan posisi harga tersebut, imbal hasil dividen sebesar 8,6 persen tercatat jauh lebih tinggi dibandingkan bunga deposito bank umum yang berkisar antara 2 hingga 3 persen per tahun.