Arzeti Bilbina Minta Masyarakat Waspadai Hantavirus Tanpa Panik Berlebih

Arzeti Bilbina Minta Masyarakat Waspadai Hantavirus Tanpa Panik Berlebih

Anggota Komisi IX DPR RI Arzeti Bilbina mengimbau masyarakat Indonesia agar tidak menyikapi kemunculan Hantavirus dengan kepanikan berlebihan, melainkan dengan peningkatan pola hidup bersih. Seruan ini disampaikan Arzeti menyusul keresahan publik terkait potensi risiko kesehatan dari virus tersebut sebagaimana dilansir dari Detik Hot.

"Jangan panik berlebihan. Berdasarkan penegasan dari Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO, Hantavirus bukanlah awal dari pandemi baru. Fokus kita saat ini adalah memperkuat langkah pencegahan melalui pola hidup bersih dan sehat," ujar Arzeti Bilbina.

Politisi dari Fraksi PKB tersebut menekankan pentingnya peran aktif pemerintah dalam memberikan edukasi kepada publik. Penjelasan mengenai gejala klinis serta metode pencegahan dinilai krusial agar masyarakat mendapatkan informasi yang valid dan terhindar dari disinformasi.

"Upaya ini harus menjadi sinergi bersama. Pemerintah wajib memberikan edukasi secara masif, sementara masyarakat berperan aktif menjaga kebersihan mulai dari rumah masing-masing. Sinergi ini penting agar kita bisa meminimalisir segala risiko kesehatan sekecil apa pun," tutur Arzeti Bilbina.

Penularan Hantavirus diidentifikasi melalui kontak langsung dengan hewan pengerat atau kotorannya. Oleh karena itu, Arzeti mengingatkan pentingnya menjaga sanitasi hunian agar rumah tidak menjadi tempat berkembang biak tikus sebagai pembawa utama virus.

"Kita bisa mencegah Hantavirus ini dari tindakan sederhana seperti mencuci tangan dengan sabun secara berkala, menjaga kebersihan lingkungan, memastikan area penyimpanan makanan tertutup dan steril," kata Arzeti Bilbina.

Legislator asal Jawa Timur ini juga menyoroti bahaya penyebaran informasi yang tidak akurat di tengah masyarakat. Ia meminta seluruh pihak untuk lebih selektif dan bertanggung jawab dalam membagikan informasi terkait isu kesehatan tersebut.

"Kami juga meminta semua pihak tidak menyebarkan informasi tidak berdasar yang hanya akan memicu kepanikan publik," pungkas Arzeti Bilbina.

Artikel terkait

Rekomendasi