Asiana Airlines Berhenti Beroperasi Akhir 2026 Usai Merger

Asiana Airlines Berhenti Beroperasi Akhir 2026 Usai Merger

Maskapai penerbangan Asiana Airlines dijadwalkan berhenti beroperasi secara mandiri pada akhir 2026 setelah proses integrasi dengan Korean Air mencapai fase final. Seluruh layanan dan identitas merek perusahaan asal Korea Selatan tersebut akan melebur sepenuhnya ke dalam Korean Air pada 17 Desember 2026.

Langkah ini menyusul persetujuan perjanjian merger oleh dewan direksi kedua perusahaan pada 13 Mei 2026, dilansir dari Money. Kontrak formal penggabungan tersebut telah mulai berlaku sejak 14 Mei 2026 sebagai bagian dari konsolidasi besar di industri penerbangan Asia.

Integrasi ini mengakhiri eksistensi merek Asiana Airlines yang telah berkecimpung selama 38 tahun di industri udara. Proses penggabungan yang memakan waktu hampir enam tahun ini pertama kali diinisiasi oleh pemerintah Korea Selatan pada November 2020 guna menyelamatkan kondisi finansial Asiana.

Korean Air sebelumnya telah menyelesaikan akuisisi sekitar dua pertiga saham Asiana pada Desember 2024 dengan nilai investasi mencapai 1,3 miliar dollar AS. Pasca-merger, grup Korean Air diprediksi akan menjadi maskapai terbesar ke-12 di dunia berdasarkan kapasitas penerbangan internasional.

CEO Korean Air Walter Cho memberikan penekanan bahwa pertumbuhan perusahaan akan dibarengi dengan peningkatan standar operasional. Pihaknya berjanji akan mempertahankan fokus pada aspek layanan di tengah perluasan skala bisnis perusahaan.

"Setelah merger dengan Asiana, kami akan terus tumbuh dalam pendapatan dan juga dalam ukuran. Tetapi ukuran pertumbuhan terpenting kami adalah kualitas layanan," kata Cho, CEO Korean Air.

Manajemen maskapai juga menempatkan aspek keamanan sebagai fondasi utama dalam pengoperasian entitas baru hasil penggabungan tersebut. Hal ini menjadi komitmen perusahaan dalam menghadapi persaingan global yang semakin kompetitif.

"Prioritas utama kami adalah keselamatan, apapun yang terjadi," ujar Cho, CEO Korean Air.

Dalam proses integrasi ini, Asiana Airlines akan keluar dari aliansi Star Alliance dan beralih bergabung ke SkyTeam mengikuti afiliasi Korean Air. Selain itu, anak usaha berbiaya murah seperti Air Busan dan Air Seoul juga akan disatukan menjadi satu entitas baru di bawah payung Korean Air.

Penyatuan ini sempat menghadapi kendala regulasi dari otoritas persaingan usaha di Uni Eropa dan Amerika Serikat terkait kekhawatiran monopoli pasar. Sebagai syarat persetujuan, Korean Air harus menjual bisnis kargo Asiana kepada Air Incheon senilai 470 miliar won serta menyerahkan sejumlah rute penerbangan ke Eropa.

Persiapan visual juga telah dimulai sejak 2024 dengan penghapusan logo lama pada armada Asiana dan peluncuran identitas merek baru oleh Korean Air pada Maret 2025. Terkait program loyalitas, poin frequent flyer milik pelanggan Asiana nantinya akan diintegrasikan langsung ke dalam sistem Korean Air SkyPass.

Artikel terkait

Rekomendasi