Astrindo dan Humpuss Garap Proyek Energi Senilai Rp25,5 Triliun

Astrindo dan Humpuss Garap Proyek Energi Senilai Rp25,5 Triliun

PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk. (BIPI) resmi menjalin kemitraan dengan PT Humpuss untuk menjajaki pengembangan lima proyek di sektor energi dan industri. Nota kesepahaman (MoU) kerja sama strategis ini ditandatangani pada Rabu (13/5/2026) dengan proyeksi nilai investasi mencapai US$1,5 miliar atau setara Rp25,5 triliun.

Investasi besar tersebut mencakup pengerjaan berbagai infrastruktur penting di Indonesia, mulai dari hilirisasi hingga energi bersih. Langkah ini merupakan bagian dari upaya kedua perusahaan dalam memperkuat struktur bisnis di sektor industri nasional, sebagaimana dilansir dari Market.

Direktur Utama Astrindo Nusantara Infrastruktur Ray Gerungan menyatakan bahwa kolaborasi ini menjadi bagian dari langkah strategis perseroan dalam memperkuat portofolio investasi berbasis energi berkelanjutan. Hal ini diharapkan dapat menyatukan kompetensi kedua belah pihak.

"Kolaborasi ini diharapkan dapat menciptakan sinergi strategis antara kompetensi, jaringan, dan pengalaman yang dimiliki masing-masing pihak, sekaligus membuka peluang pengembangan proyek-proyek energi dan industri yang berorientasi pada keberlanjutan dan nilai tambah jangka panjang," ujar Ray Gerungan, Direktur Utama Astrindo Nusantara Infrastruktur.

Kemitraan ini mencakup lima fokus utama yaitu reaktivasi catalytic polymerization unit (CPU), proyek reformate addition, dan pembangunan kilang minyak goreng dari CPO. Selain itu, terdapat rencana pembangunan mini liquefied natural gas (LNG) serta pembangkit listrik panas bumi yang terintegrasi dengan pusat data di Sabang, Aceh.

Menurut Ray Gerungan, kolaborasi itu mencerminkan komitmen kedua perusahaan dalam mendukung pengembangan ekosistem energi nasional yang lebih terintegrasi, efisien, dan berkelanjutan. Strategi ini juga diselaraskan dengan prinsip environmental, social, and governance (ESG).

"Kolaborasi ini diharapkan dapat menciptakan sinergi strategis antara kompetensi, jaringan, dan pengalaman yang dimiliki masing-masing pihak, sekaligus membuka peluang pengembangan proyek-proyek energi dan industri yang berorientasi pada keberlanjutan dan nilai tambah jangka panjang," ujar Ray Gerungan, Direktur Utama Astrindo Nusantara Infrastruktur.

Meskipun kesepakatan telah ditandatangani, Ray Gerungan menjelaskan bahwa nota kesepahaman tersebut masih bersifat non-binding atau tidak mengikat secara hukum. Dokumen ini menjadi dasar awal bagi tim teknis untuk melakukan studi kelayakan dan evaluasi komersial.

Tahapan berikutnya akan melibatkan pembahasan struktur investasi yang lebih mendalam untuk setiap proyek. BIPI dan Humpuss juga mempertimbangkan pembentukan perusahaan patungan atau joint venture guna mengelola operasional proyek tersebut di masa depan.

Artikel terkait

Rekomendasi