PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) melepas kepemilikan 99,9 persen saham anak usahanya, PT Sintesa Bara Gemilang, dengan estimasi nilai transaksi mencapai Rp1,78 triliun. Langkah divestasi kepada PT Indo Panca Borneo ini diumumkan dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia pada Jumat (22/5/2026), sebagaimana dilansir dari Investasi.
Aksi korporasi berupa penjualan 4.995 saham tersebut dikategorikan sebagai transaksi material bagi perusahaan. Nilai pelepasan aset yang setara dengan Rp1,79 triliun ini mengambil porsi hingga 84,19 persen dari akumulasi pendapatan dan mencakup 39,15 persen dari keseluruhan total aset BIPI.
Pihak manajemen BIPI menegaskan bahwa pembeli entitas anak yang bergerak di bidang pertambangan dan perdagangan batubara tersebut bukan merupakan perusahaan afiliasi. Langkah pelepasan saham ini diambil perseroan demi mengoptimalkan portofolio investasi, memperkuat struktur permodalan, serta mendongkrak likuiditas keuangan internal.
Sebelum kesepakatan final dicapai, pembeli diwajibkan untuk menyetorkan dana jaminan kesungguhan dengan nilai sebesar Rp100 miliar. Berdasarkan jadwal pengerjaan aksi korporasi ini, tanggal penyelesaian dari seluruh rencana transaksi ditargetkan terlaksana pada 21 Desember 2026.
Kondisi keuangan BIPI sepanjang tahun 2025 sendiri mencatatkan penurunan performa dengan perolehan pendapatan sebesar US$235,09 juta, atau merosot 58,24 persen secara year on year (yoy) dari US$562,97 juta. Penurunan ini berdampak pada laba bersih perusahaan yang anjlok hingga 83,33 persen secara tahunan menjadi US$1,09 juta.
Kondisi penurunan kinerja ini turut membayangi pergerakan saham BIPI di lantai bursa yang melemah 2,72 persen menjadi Rp179 per saham pada Senin (25/5/2026). Penurunan pada awal pekan tersebut menggenapi akumulasi kemerosotan harga saham BIPI yang sudah anjlok sebesar 20,8 persen dalam kurun waktu lima hari terakhir.
Guna mematangkan jalannya aksi korporasi pengalihan kepemilikan aset anak usaha tersebut, BIPI menjadwalkan agenda Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Selasa, 30 Juni 2026.