Asuransi Asei Catat Pertumbuhan Premi Moderat pada Awal 2026

Asuransi Asei Catat Pertumbuhan Premi Moderat pada Awal 2026

PT Asuransi Asei Indonesia mencatatkan tren pertumbuhan pendapatan premi yang moderat pada awal 2026 di tengah kondisi pasar yang menantang, sebagaimana dilansir dari Finansial pada Minggu (10/5/2026). Perusahaan kini menghadapi tekanan ganda yang bersumber dari permintaan pasar serta lingkungan risiko yang dinamis.

Direktur Utama Asuransi Asei, Dody Achmad Sudiyar Dalimunthe menjelaskan bahwa kompleksitas industri saat ini dipengaruhi oleh perlambatan sektor bisnis tertentu dan kebijakan perbankan yang lebih ketat dalam menyalurkan kredit.

"Antara lain, perlambatan aktivitas bisnis di beberapa sektor industri, meningkatnya kehati-hatian perbankan dalam penyaluran kredit, tekanan daya beli, volatilitas pasar keuangan, dan tingginya biaya reasuransi global," ungkap Dody Achmad Sudiyar Dalimunthe, Direktur Utama Asuransi Asei.

Selain faktor eksternal, industri asuransi umum juga sedang beradaptasi dengan sejumlah perubahan regulasi dan tata kelola yang baru diberlakukan. Dody menyebutkan beberapa poin krusial seperti implementasi PSAK 117 dan rencana penerapan New RBC sebagai bagian dari penguatan manajemen risiko.

"Saat ini perusahaan asuransi tidak bisa lagi hanya fokus pada ekspansi premi, tetapi juga harus menjaga combined ratio, RBC, kualitas investasi, dan kecukupan cadangan. Karena itu, industri cenderung lebih disiplin dalam pricing dan risk selection," tutur Dody Achmad Sudiyar Dalimunthe, Direktur Utama Asuransi Asei.

Hingga periode ini, portofolio Asei didominasi oleh asuransi keuangan seperti asuransi kredit dan perdagangan. Perusahaan juga memperkuat fokus pada ekosistem perdagangan yang mencakup trade credit insurance, suretyship, hingga marine cargo guna menjaga stabilitas bisnis.

"Juga fokus pada trade ecosystem seperti trade credit insurance, suretyship, marine cargo, dan asuransi yang terkait rantai pasok perdagangan. Saat ini perusahaan asuransi, termasuk Asei juga mulai lebih berhati-hati terhadap bisnis dengan volatilitas klaim tinggi," ucap Dody Achmad Sudiyar Dalimunthe, Direktur Utama Asuransi Asei.

Untuk mempertahankan kinerja hingga semester I/2026, Asei menerapkan strategi pertumbuhan selektif melalui penguatan bisnis inti dan ekspansi kanal digital. Kolaborasi dengan BUMN, perbankan, dan pelaku ekspor terus diperluas pada sektor logistik serta infrastruktur.

"Selain itu, perusahaan juga mulai fokus pada cross selling, penguatan captive market, peningkatan service level, dan pemanfaatan data analytics untuk underwriting yang lebih presisi," tutur Dody Achmad Sudiyar Dalimunthe, Direktur Utama Asuransi Asei.

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan pertumbuhan premi asuransi umum dan reasuransi pada kuartal I/2026 hanya mencapai 1,77 persen secara tahunan menjadi Rp41,24 triliun. Angka ini menunjukkan perlambatan signifikan dibandingkan Januari 2026 yang sempat tumbuh 17,92 persen.

Data Pertumbuhan Premi Asuransi Umum Kuartal I/2026
Periode (2026)Pertumbuhan (YoY)Nilai Premi (Triliun)
Januari17,92%Rp18,42
Februari7,41%Rp29,98
Kuartal I1,77%Rp41,24

Dody menganalisis bahwa penurunan kecepatan pertumbuhan ini disebabkan oleh normalisasi pasca pertumbuhan agresif pada tahun sebelumnya. Kondisi geopolitik global turut memengaruhi proses underwriting pada lini bisnis perdagangan internasional.

"Jadi, perlambatan ini lebih mencerminkan normalisasi pertumbuhan dan pengetatan underwriting, bukan penurunan fundamental industri," tegas Dody Achmad Sudiyar Dalimunthe, Direktur Utama Asuransi Asei.

Artikel terkait

Rekomendasi