PT Asuransi Digital Bersama Tbk (YOII) berupaya menekan fenomena perpindahan tenaga aktuaris di industri perasuransian melalui program pengembangan kompetensi berkelanjutan dan penyediaan jalur karier. Langkah antisipasi ini merespons catatan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait mobilitas aktuaris yang masih tinggi, seperti dilansir dari Keuangan pada Senin (18/5/2026).
Perusahaan asuransi tersebut memprioritaskan retensi internal guna menjaga stabilitas operasional. Selain penataan karier, penciptaan lingkungan kerja yang adaptif menjadi strategi utama dalam mempertahankan personel ahli di bidang analisis risiko ini.
"Ditambah, penciptaan lingkungan kerja yang kolaboratif dan adaptif terhadap perkembangan industri," ucap Rahmat Dwiyanto, Corporate Secretary PT Asuransi Digital Bersama Tbk (YOII).
Manajemen YOII memandang fungsi aktuaris sangat krusial dalam struktur bisnis perasuransian. Peran tersebut mencakup pengelolaan risiko, penghitungan cadangan teknis, penetapan tarif premi, hingga penentuan keputusan bisnis yang pruden. Keberadaan tenaga ahli ini juga dinilai krusial dalam pemenuhan regulasi akuntansi terbaru.
"Sebab, standar tersebut membutuhkan pengukuran liabilitas asuransi yang lebih kompleks dan berbasis estimasi aktuaria yang memadai," tutur Rahmat Dwiyanto, Corporate Secretary PT Asuransi Digital Bersama Tbk (YOII).
Kebutuhan sumber daya aktuaria akan terus dievaluasi oleh perusahaan secara berkala sejalan dengan ekspansi bisnis dan implementasi PSAK 117. Meski demikian, manajemen menyatakan ketersediaan personel saat ini masih berada dalam kondisi aman.
"Saat ini, YOII menilai ketersediaan tenaga aktuaria dan fungsi pendukung yang dimiliki sudah memadai untuk mendukung kebutuhan operasional dan kepatuhan perusahaan," ujar Rahmat Dwiyanto, Corporate Secretary PT Asuransi Digital Bersama Tbk (YOII).