Rasa linu di area selangkangan kerap menjadi keluhan yang sering dialami oleh para ibu hamil, terutama saat usia kandungan semakin tua. Ketidaknyamanan pada area panggul ini dikenal dengan istilah nyeri cincin panggul atau nyeri rongga panggul.
Efek dari kondisi ini bervariasi, mulai dari sensasi nyeri yang muncul secara mendadak hingga rasa linu yang bertahan dalam waktu lama. Dilansir dari Medcom, kondisi tersebut terjadi karena otot dan tulang sedang meregang sebagai persiapan untuk menampung pertumbuhan janin.
Menurut Laura Riley, MD, direktur persalinan dan kelahiran di Massachusetts General Hospital di Boston dan penulis buku "You and Your Baby: Healthy Eating During Pregnancy", kondisi ini biasanya mulai terasa pada pertengahan kehamilan, ketika ligamen bulat di area panggul meregang mengikuti pertumbuhan bayi.
Kemunculan rasa sakit ini bisa terjadi secara tiba-tiba atau setelah ibu hamil berdiri terlalu lama dan melakukan banyak pergerakan. Seiring bertambahnya usia kandungan, tekanan dari kepala bayi pada tulang kemaluan juga berpotensi memicu rasa nyeri yang semakin intens di area selangkangan.
Beberapa ibu hamil juga dapat merasakan ketidaknyamanan di sekitar area perut serta pusar. Bahkan, sebagian di antaranya mengalami perubahan warna kulit menjadi lebih pucat di area pusar, baik disertai dengan rasa nyeri maupun tidak.
Meskipun nyeri di area selangkangan tergolong umum, setiap keluhan rasa sakit selama masa kehamilan harus tetap diwaspadai. Penelitian menunjukkan bahwa sekitar 0,5% hingga 2% ibu hamil mengalami nyeri perut yang tidak berhubungan langsung dengan kehamilan dan membutuhkan tindakan operasi.
Oleh karena itu, konsultasi dengan tenaga kesehatan sangat penting untuk memastikan pemicu utama dari rasa nyeri yang dialami.
Cara Meredakan Nyeri Selangkangan
Saat rasa linu mulai menyerang, beristirahat secara cukup dapat membantu meminimalkan tekanan pada bagian panggul. Ibu hamil dapat mencoba posisi mengangkat kaki memakai bantuan bantal atau sandaran kaki agar tubuh menjadi lebih relaks.
Jika ketidaknyamanan tersebut muncul di tengah aktivitas atau saat bekerja, duduk dan beristirahat sejenak terbukti efektif meredakan rasa sakit. Mengubah posisi tubuh secara berkala juga berkhasiat mengurangi ketegangan di area bawah perut dan panggul.
Langkah penanganan lain yang bisa diterapkan adalah menggunakan ikat penopang perut atau melakukan gerakan peregangan ringan, seperti menekuk lutut ke arah perut. Tenaga kesehatan terkadang menyarankan penggunaan obat pereda nyeri jika memang diperlukan.
Namun, ibu hamil wajib menghindari penggunaan obat jenis ibuprofen dan aspirin karena dinilai tidak aman untuk kandungan.
Waktu Tepat Menghubungi Tenaga Kesehatan
Nyeri selangkangan pada ibu hamil memang hal yang wajar, tetapi terdapat beberapa gejala penyerta yang tidak boleh diabaikan. Jika rasa sakit terasa sangat intens atau disertai dengan kram, kontraksi, nyeri punggung bawah, tekanan kuat pada panggul, pendarahan, hingga peningkatan lendir vagina, segera hubungi tenaga kesehatan.
Gejala-gejala tersebut dapat menjadi indikasi terjadinya persalinan prematur yang membutuhkan penanganan medis secepatnya.