Gangguan katup jantung atau kondisi jantung bocor sering berkembang tanpa gejala yang jelas sehingga memerlukan deteksi dini untuk mencegah komplikasi serius. Fenomena ini dijelaskan oleh dr. Jeffrey D. Adipranoto dari Mayapada Hospital Surabaya dalam keterangan tertulis pada Kamis (7/5/2026), dilansir dari Detik Health.
Kondisi ini terjadi saat katup jantung mengalami penyempitan, kebocoran, atau tidak mampu menutup secara sempurna untuk menjaga aliran darah. Tubuh biasanya berusaha beradaptasi pada tahap awal perkembangan penyakit, yang membuat penderita sering kali tidak merasakan keluhan apa pun meski beban kerja jantung meningkat.
"Gangguan katup jantung sulit disadari, karena pada tahap awal tubuh masih berusaha beradaptasi terhadap gangguan yang terjadi. Meski gejala belum terasa, jantung tetap dipaksa bekerja lebih keras. Akibatnya, penderitanya merasa baik-baik saja, padahal beban kerja jantung terus meningkat hingga pada akhirnya memicu kondisi yang lebih serius," ujar dr. Jeffrey, Spesialis Jantung.
Masyarakat diimbau untuk lebih peka terhadap tanda-tanda fisik seperti rasa mudah lelah saat beraktivitas ringan, sesak napas, hingga nyeri dada. Pembengkakan pada bagian kaki atau pergelangan kaki juga menjadi sinyal penting yang tidak boleh diabaikan demi menghindari penundaan pemeriksaan medis.
"Keluhan tersebut masih sering dianggap sebagai faktor penuaan atau keluhan biasa, sehingga masyarakat jadi sering menunda pemeriksaan," kata dr. Jeffrey, Spesialis Jantung.
Pengabaian terhadap pemeriksaan dini memiliki konsekuensi fatal terhadap tingkat keparahan penyakit. Tanpa penanganan tepat, gangguan ini dapat memicu penurunan kualitas hidup secara drastis bagi para penderitanya.
"Gangguan katup jantung yang dibiarkan dapat berujung pada masalah serius seperti gagal jantung akibat ketidakmampuan memompa darah secara optimal, gangguan irama jantung (aritmia), penurunan kualitas hidup, hingga risiko kematian mendadak pada kondisi tertentu," jelas dr. Jeffrey, Spesialis Jantung.
Sebagai langkah antisipasi, pemeriksaan berkala dan penerapan gaya hidup sehat sangat dianjurkan. Mayapada Hospital Surabaya menyediakan fasilitas Heart & Vascular Center yang mencakup Chest Pain Unit untuk penanganan awal serta layanan Advanced Treatment untuk kasus aritmia dan kelainan struktur jantung menggunakan teknologi terkini seperti Left Ventricular Assist Device (LVAD).
Keputusan klinis di pusat layanan tersebut dilakukan melalui Team-Based Management yang melibatkan Cardiac Board dari berbagai disiplin ilmu kedokteran. Pasien juga mendapatkan pendampingan dari Cardiac Advisor guna memastikan rencana perawatan dan pemulihan berjalan optimal serta dapat dipahami oleh pihak keluarga.