Dokter Ungkap Bahaya Langsung Membuka Ponsel Setelah Bangun Tidur

Dokter Ungkap Bahaya Langsung Membuka Ponsel Setelah Bangun Tidur

Kebiasaan langsung menyentuh gawai sesaat setelah terbangun di pagi hari sering kali dilakukan tanpa disadari oleh banyak orang. Padahal, aktivitas memeriksa notifikasi, membaca pesan, hingga membuka media sosial ini dapat memengaruhi kondisi psikologis seseorang sepanjang hari.

Terapis musik sekaligus konselor asal Mumbai, Dr. Roshan Mansukhani menjelaskan, otak memerlukan waktu untuk bertransisi dari kondisi istirahat menuju kesiapan penuh untuk beraktivitas, seperti dikutip dari Lifestyle.

“Bahkan mesin mobil pun butuh waktu untuk memanas sebelum dikendarai. Kita juga punya mesin bernama pikiran yang membutuhkan waktu untuk beristirahat, bukan kejutan saat baru bangun,” ujar Mansukhani, seperti disadur Only My Health, Sabtu (16/5/2026).

Saat seseorang bangun tidur, tubuh sebenarnya masih berada dalam fase transisi. Otak baru saja keluar dari kondisi istirahat mendalam dan membutuhkan beberapa menit untuk menyesuaikan diri agar dapat memproses informasi secara optimal.

Jika seseorang langsung membuka ponsel, otak dipaksa menerima berbagai rangsangan sekaligus dari notifikasi pekerjaan, berita, hingga konten media sosial. Kondisi ini membuat otak mengalami kejutan mendadak dan mengganggu proses bangun alami tubuh.

“Ketika kita langsung menggunakan ponsel, kita sedang mengguncang pikiran dan menambah bahan bakar pada kebiasaan adiktif itu,” katanya.

Paparan informasi instan begitu layar menyala memicu risiko overload informasi yang belum tentu berdampak positif. Email pekerjaan yang mendesak atau berita negatif dapat memicu respons stres sebelum hari benar-benar dimulai.

Kondisi tersebut membuat tubuh masuk ke mode siaga tinggi atau hyper-vigilance, yaitu keadaan ketika otak terus waspada secara berlebihan. Jika terjadi terus-menerus, ketegangan emosional akan meningkat sehingga seseorang rentan merasa cemas dan sulit fokus.

Ketergantungan terhadap gawai juga semakin kuat ketika aktivitas digital menjadi stimulasi pertama di pagi hari. Lama-kelamaan, otak akan mengasosiasikan rasa siap memulai hari dengan paparan layar ponsel.

Menurut Mansukhani, ketergantungan ini perlahan menjauhkan manusia dari interaksi nyata di lingkungan sekitar.

“Ponsel telah menciptakan ruang yang membuat kita kecanduan. Gawai menjauhkan kita dari manusia yang nyata,” ujarnya.

Pentingnya Rutinitas Pagi yang Mindful

Para ahli menyarankan untuk memberi jeda setidaknya 15 menit setelah bangun sebelum menyentuh ponsel. Waktu tersebut bisa digunakan untuk aktivitas sederhana yang menenangkan, seperti melakukan peregangan ringan atau meminum air putih.

Mansukhani menekankan, tubuh dan pikiran perlu waktu untuk memproses hari yang akan dijalani.

“Saat bangun setelah tidur nyenyak, tubuh dan pikiran membutuhkan waktu untuk memproses hari yang ada di depan. Mereka butuh jeda,” katanya.

Memberi waktu bagi tubuh untuk menyesuaikan diri secara perlahan merupakan bentuk penghormatan terhadap ritme biologis alaminya.

“Meluangkan 15 menit untuk diri sendiri adalah bentuk menghormati tubuh kita,” ujarnya.

Menikmati suasana pagi tanpa distraksi digital, menghirup udara segar, atau duduk tenang terbukti memberikan efek besar pada stabilitas emosi.

Artikel terkait

Rekomendasi