Dicky Budiman Ingatkan Bahaya Utang Tidur Bagi Kesehatan Tubuh

Dicky Budiman Ingatkan Bahaya Utang Tidur Bagi Kesehatan Tubuh

Fenomena side hustle yang marak di kalangan generasi muda memicu peningkatan produktivitas, namun sering kali mengorbankan waktu istirahat yang cukup. Banyak individu meyakini bahwa kekurangan tidur pada hari kerja dapat diganti saat akhir pekan.

Dikutip dari Lifestyle, pakar kesehatan masyarakat dari Griffith University, Dicky Budiman, menegaskan bahwa konsep utang tidur merupakan pemahaman keliru yang masih dipercaya luas oleh masyarakat. Istirahat yang hilang secara ilmiah tidak dapat dipulihkan begitu saja.

"Tidur tambahan di akhir pekan tidak mampu memulihkan fungsi metabolik maupun kognitif secara menyeluruh," kata Dicky Budiman.

Dia menjelaskan bahwa seseorang yang mencoba membayar kekurangan tidur saat hari libur tetap menghadapi risiko kesehatan yang serius. Hal ini mencakup gangguan pada regulasi glukosa, tekanan darah, hingga penurunan fungsi otak yang terakumulasi jangka panjang.

Kekurangan tidur yang bersifat kronis memiliki kaitan erat dengan peningkatan risiko neurodegenerasi dini. Selain itu, gangguan kardiometabolik dapat muncul secara berkelanjutan dan cenderung sulit untuk dipulihkan kembali ke kondisi normal.

"Tubuh manusia memiliki ritme sirkadian biologis yang harus dijaga. Tidur malam tidak hanya istirahat, tetapi juga proses penting bagi otak untuk melakukan “pembersihan” dan pemulihan fungsi," ujar Dicky Budiman.

Persoalan baru muncul ketika seseorang mencoba melawan rasa kantuk dengan mengonsumsi kafein atau minuman energi secara berlebihan. Pola konsumsi dosis tinggi ini justru berpotensi memicu masalah kesehatan yang fatal pada individu tertentu.

Dicky Budiman menyebutkan asupan kafein berlebih dapat menyebabkan takikardia, aritmia, hingga risiko fatal. Kombinasi kafein dengan gula tinggi juga memicu lonjakan tekanan darah, gangguan fungsi endotel, serta menambah beban kerja organ ginjal.

Ginjal menjadi organ yang sangat rentan akibat dehidrasi dan beban osmotik tinggi dari gula. Dalam kondisi yang ekstrem, kebiasaan ini dapat memicu gagal ginjal akut akibat kombinasi kurang tidur, stres, dan asupan kafein tinggi.

Alih-alih mencoba mengganti waktu istirahat pada akhir pekan, Dicky Budiman lebih merekomendasikan pengaturan ulang jadwal istirahat harian secara konsisten. Pola tidur yang teratur setiap hari terbukti jauh lebih efektif dalam menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh.

Artikel terkait

Rekomendasi