PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI) membidik pendapatan sebesar Rp1,225 triliun pada tahun 2026 dengan target EBITDA margin mencapai 69,49 persen melalui penguatan infrastruktur dan perluasan jaringan. Rencana strategis ini dipaparkan manajemen dalam acara paparan publik yang berlangsung pada Jumat (5/6), sebagaimana dilansir dari Investasi.
Wakil Direktur Utama Bali Towerindo Sentra Lily Hidayat mengatakan fokus utama BALI adalah memperkuat infrastruktur sekaligus meningkatkan kualitas layanan.
"Pada 2026, kami akan fokus pada pemasaran yang lebih intensif, optimalisasi lokasi menara, peningkatan kualitas layanan, serta percepatan ekspansi home-passed," ujarnya, jelasnya dalam paparan publik, Jumat (5/6).
Pembangunan menara telekomunikasi baru juga terus berjalan. Selain itu, kata Lily, manajemen BALI akan melanjutkan pembangunan menara telekomunikasi dan jaringan fiber optik di sejumlah lokasi strategis.
"Kami juga akan terus memperkuat kerja sama dengan pemerintah daerah dalam pengembangan infrastruktur Micro Cell Pole guna mendukung digitalisasi kota," ucapnya.
Target finansial tahun 2026 ini ditetapkan setelah perseroan mencatatkan pertumbuhan positif pada tahun sebelumnya. Sepanjang tahun 2025, BALI berhasil membukukan pendapatan senilai Rp1,239 triliun, atau mengalami kenaikan sebesar 18,45 persen jika dibandingkan dengan realisasi pada tahun sebelumnya.
Pada perolehan periode yang sama, nilai EBITDA perusahaan tercatat mencapai Rp834 miliar. Manajemen BALI juga mampu menjaga tingkat EBITDA margin mereka berada pada level 67 persen.
Hingga akhir tahun 2025, tercatat ada sebanyak 3.762 site menara yang dikelola oleh BALI. Menara-menara tersebut digunakan oleh total 1.899 penyewa yang berasal dari berbagai macam segmen pelanggan.
Ekspansi juga terlihat pada lini bisnis FTTX, di mana jumlah home-passed milik perusahaan telah mencapai 274.311 unit. Untuk sektor pelanggan residensial, perusahaan mencatat ada sebanyak 59.956 pelanggan, sedangkan untuk kelompok pelanggan korporasi jumlahnya mencapai 1.452 pelanggan hingga akhir 2025.
Sementara itu, jumlah VSAT RTGS yang dioperasikan perusahaan sudah menyentuh angka 6.282 titik. Guna mendukung pengembangan usaha, BALI juga mendirikan PT Paramitra Teknologi Pintar serta melakukan akuisisi terhadap PT Jelajah Data Semesta secara bertahap pada tahun 2025.