PT Siloam International Hospitals Tbk. (SILO) merombak susunan Dewan Komisaris dan Direksi melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tahun buku 2025 yang digelar pada Selasa (12/5/2026). Perubahan signifikan terjadi pada posisi Komisaris Independen dengan masuknya Bambang Soesatyo yang menggantikan Kartini Syahrir dalam jajaran kepemimpinan perseroan.
Dilansir dari Market, penetapan pengurus baru ini mencakup pengangkatan kembali sejumlah pejabat lama sekaligus pengisian posisi baru. Yasonna H. Laoly tetap dipercaya mengemban amanah sebagai Presiden Komisaris yang merangkap jabatan sebagai Komisaris Independen perusahaan.
Struktur Dewan Komisaris kini diperkuat oleh Andy Nugroho Purwohardono dan Sigit Prasetya pada posisi Komisaris. Sementara itu, Bambang Soesatyo berbagi peran di posisi Komisaris Independen bersama James Tobias Hall untuk periode mendatang.
Pada jajaran operasional, David Utama masih memimpin sebagai Presiden Direktur. Ia didampingi oleh Atiff Ibrahim Gill, Benny Haryanto Djie, Gabriele Isacco Tironi, Phua Meng Kuan (Daniel Phua), Richard Kidarsa, dan Surya Tatang yang semuanya menjabat sebagai Direktur.
Perombakan manajemen ini dilakukan saat perusahaan sedang gencar menjalankan transformasi bisnis bertajuk Next Gen Siloam (NGS). Inisiatif tersebut dirancang untuk memperkokoh pertumbuhan jangka panjang serta menciptakan diferensiasi layanan kesehatan di pasar domestik.
Kinerja keuangan SILO sepanjang 2025 menunjukkan tren positif dengan perolehan pendapatan mencapai Rp12,8 triliun atau naik 5,2 persen secara tahunan. Laba bersih perusahaan juga melonjak 22,5 persen menjadi Rp1,1 triliun, sementara EBITDA tercatat sebesar Rp2,8 triliun.
Presiden Direktur Siloam David Utama menjelaskan bahwa transformasi arsitektur bisnis menjadi fondasi utama dalam menyelaraskan kemampuan klinis dan operasional. Langkah ini diambil untuk memastikan alokasi modal yang lebih efektif di seluruh jaringan rumah sakit milik grup.
"Ini menandai awal dari transformasi yang lebih luas, sejalan dengan visi kami untuk menghadirkan layanan kesehatan berkualitas tinggi dan mudah dijangkau bagi seluruh masyarakat Indonesia," ujar David Utama, Presiden Direktur Siloam.
Penyelarasan sumber daya manusia dan modal ini diharapkan mampu mendukung visi besar perseroan dalam memperluas jangkauan layanan kesehatan bagi masyarakat. Fokus pada kemampuan klinis tetap menjadi prioritas dalam peta jalan transformasi yang tengah berlangsung.