PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK) membukukan laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 150,7 miliar per Desember 2025, yang menjadi capaian keuntungan perdana sejak emiten ini melantai di Bursa Efek Indonesia pada 2021. Informasi perolehan laba perdana ini dilansir dari Keuangan berdasarkan hasil paparan kinerja perusahaan.
Manajemen menjelaskan bahwa kerugian operasional yang dialami perusahaan selama empat tahun sebelumnya merupakan kerugian yang telah diprediksi. Kondisi tersebut terjadi karena perseroan melakukan investasi besar pada sektor teknologi informasi setelah proses perombakan merek.
Target awal pembalikan profitabilitas perusahaan sebenarnya dicanangkan baru akan tercapai pada akhir tahun 2026. Kendati demikian, momentum pelaksanaan pemilihan umum pada tahun 2024 dimanfaatkan oleh jajaran manajemen sebagai titik awal perbaikan kinerja keuangan.
"Kami lihat semua pasti membaik, semuanya lagi konsolidasi, basis tumbuh, kami riding the wave memanfaatkan waktu tersebut dan kami melihat 2025 bisa turn around," ungkap Koko dalam paparan kinerja daring, Kamis (4/6/2026).
Direksi menetapkan tiga pilar utama yang mendorong keberhasilan pembalikan performa keuangan perseroan pada periode tersebut. Selain efisiensi biaya yang didapat dari karakter operasional bank digital, pertumbuhan ini ditopang oleh penguatan jaringan ekosistem bisnis.
"Dengan ekosistem yang sudah kami bangun sejak awal dengan Alfa Group, itu bisa menghadirkan tak hanya traffic portofolio tetapi juga traffic transaction," katanya.
Sektor pendapatan komisi dari transaksi menjadi tumpuan utama perolehan pendapatan perusahaan di samping margin bunga bersih. Hingga periode akhir Desember 2025, lembaga keuangan berbasis syariah ini mencatatkan kepemilikan 3,7 juta nasabah dengan rasio pengguna aktif menyentuh angka 50 persen.
Keberlanjutan tren pertumbuhan positif ini diproyeksikan akan sangat bergantung pada kekuatan fundamental internal serta perkembangan kondisi ekonomi makro. Manajemen menyatakan tetap mengamati dinamika pasar global maupun domestik secara saksama akibat situasi ketidakpastian yang masih berlangsung.
"Dan kami bersyukur bahwa Bank Aladin Syariah ada di jalur bank syariah dan digital. Semoga benefit-benefit ini bisa kami kapitalisasi sehingga menjadi keuntungan yang sustain ke depannya," tukas Koko.
Populasi penduduk muslim Indonesia yang besar menjadi faktor pendukung optimisme manajemen dalam menjaga stabilitas keuntungan perseroan pada masa mendatang.