PT Bank Jabar Banten Tbk (BJBR) menjadwalkan batas akhir periode cum dividen pada Kamis, 7 Mei 2026, menyusul keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk membagikan laba tahun buku 2025. Emiten perbankan daerah ini mengalokasikan total dividen senilai Rp900 miliar kepada para pemegang sahamnya.
Dilansir dari Stocksetup, pembagian dividen tersebut setara dengan Rp85,54 per lembar saham. Jika dikalkulasikan dalam satuan lot, investor berhak mendapatkan dana sebesar Rp8.554 untuk setiap 100 lembar saham yang dimiliki hingga batas tanggal pencatatan atau recording date.
Data perdagangan menunjukkan harga saham BJBR ditutup pada level Rp885 per lembar pada Rabu, 6 Mei 2026. Berdasarkan harga penutupan tersebut, rasio keuntungan dividen atau yield yang ditawarkan mencapai kisaran 9,66 persen, jauh melampaui rata-rata bunga deposito rupiah yang berada di angka 2 persen.
Langkah korporasi ini memperkuat posisi BJBR sebagai bank pembangunan daerah dengan aset terbesar di Indonesia yang mencapai Rp221,3 triliun sepanjang 2025. Manajemen menyatakan bahwa yield tinggi tersebut merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam memberikan imbal hasil kompetitif bagi pemegang saham di sektor perbankan nasional.
Berikut adalah rincian jadwal pembagian dividen BJBR untuk tahun buku 2025:
| Agenda | Tanggal Pelaksanaan |
|---|---|
| Cum Dividen | 7 Mei 2026 |
| Recording Date | 11 Mei 2026 |
| Pembayaran Dividen | 26 Mei 2026 |
Analisis dari Panin Sekuritas memberikan pandangan positif terhadap performa emiten ini di tengah penguatan fundamental perusahaan. Fokus BJBR pada pendapatan pasif menjadikannya sebagai instrumen yang diperhatikan oleh para pelaku pasar sepanjang tahun 2026.
"BJBR sebagai saham favorit dividen hunter berkat yield tinggi dan basis nasabah daerah yang kuat," kata Elandry Pratama, Analis Panin Sekuritas.
Meskipun memiliki prospek yang stabil, investor diingatkan untuk tetap memperhatikan variabel makroekonomi dan risiko kredit. Saat ini, rekomendasi untuk saham BJBR berada pada posisi hold dengan target harga di level Rp2.100, seiring dengan proyeksi pertumbuhan penyaluran kredit yang terus berlanjut hingga akhir tahun.