Bank DBS Indonesia Bukukan Laba Bersih Rp 1,72 Triliun Sepanjang 2025

Bank DBS Indonesia Bukukan Laba Bersih Rp 1,72 Triliun Sepanjang 2025

PT Bank DBS Indonesia mencatatkan pertumbuhan positif pada kinerja keuangan dan portofolio pembiayaan berkelanjutan sepanjang tahun 2025, seperti dikutip dari Keuangan.

Hingga akhir tahun 2025, realisasi kucuran kredit untuk aktivitas bisnis berkelanjutan perseroan menembus angka Rp 15,6 triliun setelah dikurangi pembayaran kembali.

Jumlah pembiayaan tersebut mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan perolehan tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp 14,1 triliun, atau kini mengambil porsi 19,1% dari total modal pinjaman yang disalurkan perusahaan.

Dari sisi profitabilitas, Bank DBS Indonesia berhasil mengantongi pendapatan bunga bersih senilai Rp 6,13 triliun sepanjang 2025, tumbuh sekitar 2,5% secara tahunan dari Rp 5,98 triliun pada periode sebelumnya.

Kondisi ini mendorong perolehan laba bersih perusahaan naik 15,8% menjadi Rp 1,72 triliun, dibandingkan perolehan tahun 2024 yang berada di angka Rp 1,49 triliun.

Aktivitas bisnis yang stabil serta kenaikan pendapatan operasional menjadi pendorong utama lonjakan laba tersebut di tengah tantangan tekanan margin pada industri perbankan nasional.

Ketahanan finansial perseroan juga terlihat dari rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) yang kokoh di level 22,22%, angka yang berada jauh di atas batas minimal regulator.

Presiden Direktur PT Bank DBS Indonesia Lim Chu Chong menjelaskan bahwa perseroan berkomitmen mengintegrasikan faktor environmental, social, and governance (ESG) dalam setiap kebijakan operasional untuk memberikan dampak positif yang luas.

"Kinerja ini menegaskan posisi Bank DBS Indonesia dalam sustainability financing dengan menyalurkan pendanaan ke sektor usaha yang berkontribusi pada ekonomi hijau dan inklusif di Indonesia," ujar Lim Chu Chong dalam siaran pers, Senin (8/6).

Langkah taktis ini sekaligus memperkuat realisasi Kategori Keuangan Usaha Berkelanjutan (KKUB) guna mematuhi regulasi keuangan berkelanjutan dalam POJK No. 51/POJK.03/2017.

Strategi Keberlanjutan dan Keuangan Inklusif

Dalam menjalankan operasionalnya, perseroan menerapkan tiga pilar keberlanjutan utama, yaitu perbankan yang bertanggung jawab, praktik bisnis yang bertanggung jawab, serta dampak yang melampaui aktivitas perbankan.

Implementasi pilar tersebut diwujudkan melalui produk keuangan tematik seperti Spark Savings, reksa dana berbasis ESG, hingga penerbitan obligasi hijau.

Pada sektor keuangan inklusif, Bank DBS Indonesia telah menggelontorkan dana kumulatif lebih dari Rp 3,8 triliun bagi masyarakat berpenghasilan rendah lewat kerja sama dengan mitra pembiayaan.

Dukungan untuk sektor pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga diberikan dalam bentuk penyaluran modal kerja bergulir dengan nilai total mencapai Rp 70 giga atau Rp 70 miliar.

Melalui kontribusi tersebut, rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial (RPIM) bank kini menyentuh level 6,97%, melampaui proyeksi target internal yang ditetapkan manajemen.

Ekspansi Dampak Sosial dan Program Pemberdayaan

Dampak sosial dari korporasi dilaporkan telah menjangkau lebih dari 141.000 individu dari kelompok masyarakat yang rentan di berbagai wilayah tanah air.

Sejak tahun 2024, dana bantuan sebesar lebih dari SGD 18,2 juta disalurkan untuk memperkuat kapasitas lembaga nonprofit serta bisnis yang berorientasi pada inklusi keuangan dan kebutuhan dasar.

Melalui perpanjangan tangan DBS Foundation, dana hibah senilai SGD 850.000 dialokasikan khusus kepada lima wirausaha sosial terpilih, yaitu DoctorTool, Nazava Water Filters, Parongpong RAW Lab, Sosial Business Indonesia, dan KONEKIN.

Ketahanan pangan masyarakat turut disasar melalui inisiatif FEAST! di Flores, NTT, dengan melatih 40 kader desa mengenai pertanian adaptif iklim, literasi finansial, serta diversifikasi bahan pangan lokal.

Kolaborasi dalam program Food Rescue Warrior bersama FoodCycle Indonesia juga sukses mendistribusikan lebih dari 744.500 porsi makanan matang kepada 62.400 penerima manfaat.

Gerakan kerelawanan karyawan internal dilaporkan melonjak 12% secara tahunan dengan total sumbangsih mencapai lebih dari 54.800 jam kerja sosial untuk membantu sekitar 111.000 individu.

Berbagai capaian ini membawa perseroan meraih penghargaan internasional, termasuk World’s Best Bank for Corporate Responsibility 2025 dari Euromoney, Best Bank for Sustainable Finance dari Global Finance, serta Best Sustainable Bank dari Finance Asia Award 2026.

"Dengan dukungan para pemangku kepentingan dan seluruh pendekatan holistik yang kami lakukan dalam memberikan dampak berkelanjutan, kami optimistis Bank DBS Indonesia dapat menjadi mitra tepercaya bagi nasabah, karyawan, dan masyarakat luas," tutup Lim Chu Chong.

Artikel terkait

Rekomendasi