PT Bank Jago Tbk. (ARTO) resmi mengangkat Nicholas Tan sebagai Direktur perseroan untuk masa jabatan 2026—2029 dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Kamis (7/5/2026). Penunjukan ini bertujuan memperkuat posisi kepemimpinan perusahaan di industri perbankan digital nasional.
Masa jabatan Nicholas akan efektif setelah mendapatkan persetujuan resmi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sebelum menduduki kursi direksi, Nicholas tercatat menjabat sebagai Head of Retail Banking Business di Bank Jago sejak Januari 2025.
Direktur Utama Bank Jago Arief Harris memberikan penegasan bahwa kehadiran Nicholas diharapkan memberikan dampak positif bagi kinerja perusahaan. Fokus utama Nicholas nantinya terletak pada pengembangan segmen bisnis ritel ke tahapan yang lebih luas.
"Nicholas akan berperan lebih besar untuk menumbuhkan bisnis ritel Bank Jago ke fase pertumbuhan berikutnya. Kami percaya kehadiran Nicholas dapat memperkuat kepemimpinan Bank Jago di industri perbankan digital nasional," kata Arief Harris, Direktur Utama Bank Jago.
Nicholas Tan memulai perjalanannya di sektor teknologi finansial melalui OneConnect Financial Technology Singapura pada periode 2018-2021. Pengalaman profesionalnya juga mencakup peran di berbagai perusahaan rintisan serta konsultan bisnis sebelum masuk ke manajemen Bank Jago.
Selain perombakan pengurus, RUPST tersebut menyetujui laporan tahunan perusahaan untuk tahun buku 2025 yang menunjukkan tren positif. Dilansir dari Finansial, Bank Jago berhasil mengumpulkan total 18,2 juta nasabah hingga pengujung Desember 2025.
Pencapaian tersebut mencakup 14,2 juta nasabah funding yang menggunakan Aplikasi Jago. Pertumbuhan basis pengguna ini berbanding lurus dengan peningkatan laba bersih setelah pajak yang melonjak 115 persen menjadi Rp276 miliar dibandingkan Rp129 miliar pada 2024.
Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit perusahaan tercatat sebesar Rp24,3 triliun, atau naik 38 persen dari posisi tahun sebelumnya senilai Rp17,7 triliun. Peningkatan serupa terjadi pada Dana Pihak Ketiga (DPK) yang mencapai Rp25,9 triliun dengan pertumbuhan 38 persen.
"Pencapaian 2025 terus memotivasi kami untuk berinovasi dan berkolaborasi dalam menyediakan produk dan layanan keuangan yang dapat meningkatkan kehidupan jutaan nasabah di Indonesia," ujar Arief Harris, Direktur Utama Bank Jago.
Total aset emiten bersandi ARTO ini ikut terdongkrak menjadi Rp36,5 triliun pada akhir 2025. Angka tersebut mencerminkan kenaikan sebesar 28 persen jika disandingkan dengan total aset tahun 2024 yang berjumlah Rp28,5 triliun.