PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) resmi melakukan perombakan susunan pengurus perusahaan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tahun buku 2025 yang diselenggarakan pada 29 April 2026 kemarin.
Langkah penyegaran organisasi ini diambil sebagai bagian dari strategi emiten perbankan tersebut untuk memperkuat tata kelola serta mempercepat transformasi bisnis perseroan ke depan.
Melalui rapat tersebut, jumlah anggota Dewan Komisaris dipangkas dari tujuh orang menjadi enam orang setelah diberhentikannya Muhammad Yusuf Ateh dari posisinya.
Berdasarkan informasi yang dilansir dari Stocksetup, Zulkifli Zaini kini menjabat sebagai Komisaris Utama/Independen, didampingi M. Rudy Salahuddin Ramto selaku Wakil Komisaris Utama.
Posisi komisaris lainnya diisi oleh Luky Alfirman dan Yuliot, sementara jabatan Komisaris Independen diemban oleh Mia Amiati serta Bintoro K. Pardewo.
Di lini operasional, pemegang saham menetapkan kembali susunan direksi lama demi menjaga kesinambungan bisnis, termasuk pengangkatan kembali Timothy Utama yang sempat diberhentikan.
Selain perubahan manajemen, RUPST menyepakati pembagian dividen tunai bernilai Rp44,47 triliun, yang setara dengan 79 persen dari total laba bersih perseroan.
Sepanjang periode tiga bulan pertama tahun 2026, Bank Mandiri mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 16,6 persen secara tahunan hingga mencapai Rp15,38 triliun.
Meskipun laba bersih melonjak, pendapatan emiten berkode saham BMRI ini mengalami penurunan sebesar 8,5 persen secara tahunan menjadi Rp48,53 triliun.