Bank Maspion Cetak Laba Bersih Rp 31,8 Miliar

Bank Maspion Cetak Laba Bersih Rp 31,8 Miliar

PT Bank Maspion Indonesia Tbk (BMAS) mencatatkan pemulihan kinerja pada tahun 2025 dengan membukukan laba bersih sebesar Rp 31,8 miliar setelah pada tahun sebelumnya mengalami tekanan keuangan, seperti dilansir dari Keuangan pada Rabu (20/5/2026).

Pencapaian ini berbanding terbalik dengan kondisi tahun 2024 saat emiten perbankan yang berafiliasi dengan Kasikornbank Thailand tersebut menderita kerugian hingga Rp 247,21 miliar.

Direktur Utama Bank Maspion Kasemsri Charoensiddhi menjelaskan bahwa pertumbuhan perseroan ditopang oleh penerapan strategi ekspansi yang disiplin, pengelolaan risiko, serta fokus terhadap kualitas nasabah.

"Hasil ini berasal dari upaya menahun dalam membangun pertumbuhan nasabah yang tepat, menjaga disiplin selama tahun 2024 yang sulit, serta bangkit kembali menjadi lebih kuat," ujar Kasemsri, Direktur Utama Bank Maspion.

Penyaluran kredit emiten berkode saham BMAS ini tercatat meningkat hampir dua kali lipat dalam tiga tahun terakhir, dari Rp 8,78 triliun pada 2022 menjadi Rp 17,34 triliun pada 2025.

Pertumbuhan tersebut mengerek total aset perseroan dari Rp 14,96 triliun menjadi Rp 22,4 triliun, sementara rasio kecukupan modal (CAR) melonjak dari 31,55 persen ke posisi 45,76 persen.

Efisiensi operasional juga membaik dengan penurunan rasio BOPO dari 120,13 persen menjadi 97,15 persen pada 2025, yang dibarengi penurunan rasio kredit bermasalah (NPL) gross dari 3,26 persen menjadi 2,26 persen.

Dari aspek pendanaan, porsi dana murah atau CASA naik menjadi 27,16 persen dari 22,58 persen pada tahun 2024, di mana integrasi dengan KBank yang menguasai 89,48 persen saham turut mempercepat ekspansi kredit regional.

Untuk tahun 2026, Bank Maspion membidik sektor korporasi besar dan BUMN sebagai motor utama ekspansi kredit, serta berencana mendongkrak pendapatan berbasis komisi lewat layanan trade finance, valuta asing, QRIS, dan transaction banking.

Pengembangan infrastruktur digital untuk mobile banking dan internet banking juga terus dilanjutkan perseroan guna mengoptimalkan potensi pasar domestik.

"Indonesia tetap menjadi salah satu pasar perbankan paling signifikan dan belum sepenuhnya terjamah di kawasan ASEAN," kata Kasemsri, Direktur Utama Bank Maspion.

Artikel terkait

Rekomendasi