PT Bank Oke Indonesia Tbk (DNAR) menyetujui perubahan susunan pengurus perseroan dan menetapkan penggunaan laba bersih dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Jakarta Pusat pada Kamis (21/5/2026).
Dilansir dari Keuangan, pemegang saham sepakat mengangkat Sonny Firdaus Manopo menjadi Direktur Bisnis menggantikan Vincentia M Djuniwati Wijaya yang masa jabatannya telah berakhir. Rapat tersebut juga memutuskan untuk memperpanjang masa jabatan Chairudin selaku Komisaris Independen.
Selain merombak pengurus, perusahaan menetapkan laba bersih tahun buku 2025 sebesar Rp159.974.571.293 untuk memperkuat struktur permodalan. Dana tersebut dialokasikan hingga 20 persen sebagai cadangan, sementara sisa laba dimasukkan ke dalam saldo laba ditahan.
Wakil Direktur Utama Bank Oke Indonesia Hendra Lie menjelaskan bahwa perusahaan memprioritaskan penguatan aset, peningkatan profitabilitas, serta penguatan liabilitas dan pendanaan sepanjang tahun 2026. Langkah strategis ini diambil setelah perseroan mencatatkan kinerja keuangan yang sangat baik pada periode sebelumnya.
"Kinerja keuangan OK Bank Indonesia pada 2025 menunjukkan pertumbuhan cukup positif dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, baik dari sisi aset, penyaluran kredit, penghimpunan dana, maupun profitabilitas.," ujar Hendra Lie, Wakil Direktur Utama Bank Oke Indonesia.
Berdasarkan laporan keuangan 2025, total aset perusahaan tumbuh menjadi Rp13,42 triliun dari Rp11,87 triliun pada tahun 2024. Penyaluran kredit juga meningkat menjadi Rp10,73 triliun, sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) terkumpul sebesar Rp8,98 triliun.
Pendapatan bunga bersih perusahaan tercatat naik menjadi Rp688,88 miliar, dengan laba bersih melonjak signifikan menjadi Rp159,98 miliar dari tahun sebelumnya sebesar Rp49,99 miliar. Rasio Return on Asset (RoA) meningkat ke level 1,70 persen, Return on Equity (RoE) menjadi 4,35 persen, dan Capital Adequacy Ratio (CAR) berada di posisi sehat sebesar 42,21 persen.