Usaha Batik Tulis Lasem bermerek Gunung Kendil di Rembang, Jawa Tengah, berhasil memperluas jangkauan pasar hingga ke mancanegara dengan volume penjualan mencapai 150 karya per bulan. Capaian ini dilaporkan pada Kamis (7/5/2026) sebagai hasil dari pengembangan hobi menggambar yang ditekuni pemiliknya sejak bangku sekolah dasar.
Dilansir dari Money, keberhasilan bisnis tersebut menghasilkan omzet rutin senilai Rp20 juta per bulan atau setara Rp150 juta dalam setahun. Pertumbuhan signifikan ini tercapai setelah mendapatkan pendampingan intensif dari Rumah BUMN (RB) Rembang yang dikelola oleh PT Semen Gresik di bawah naungan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG).
Pendiri Batik Tulis Lasem Gunung Kendil, Hawien Wilopo, memulai perjalanan bisnisnya secara tidak sengaja melalui desain pesanan rekan pada tahun 2010. Pria yang tidak memiliki latar belakang pembatik ini baru memutuskan untuk mendalami teknik membatik secara formal dua tahun kemudian.
"Saya enggak punya latar belakang pembatik. Awalnya tahun 2010 ada teman minta tolong untuk dibuatkan desain untuk usaha batiknya. Saya lihat kok selalu habis terjual. Sampai pada 2012, saya ikut pelatihan membatik dan memutuskan untuk membuat usaha sendiri. Usaha saya ramai saat itu, sampai akhirnya pandemi Covid-19 membuat penjualan menurun. Alhamdulillah, saya dapat informasi tentang RB Rembang dan bergabung pada 2021," kenang Hawien.
Bergabung dengan RB Rembang menjadi momentum pemulihan usaha pascapandemi melalui pelatihan manajemen dan digitalisasi pemasaran. Produk kain batiknya kini dijual pada kisaran harga Rp200.000 hingga Rp7 juta, sementara pakaian jadi dibanderol Rp600.000 sampai Rp800.000 per unit.
"Terima kasih SIG dan Semen Gresik yang telah menghadirkan RB Rembang sebagai wadah bagi kami UMKM. Saya sangat senang bisa bergabung di RB Rembang. Keberadaan RB Rembang sangat membantu UMKM untuk berkembang. Semoga RB Rembang terus eksis sehingga dapat mendampingi kami para pegiat UMKM," ujar Hawien.
Strategi pemasaran digital membawa produk Hawien menjangkau konsumen di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, hingga Bali. Selain itu, pesanan juga datang dari berbagai negara seperti Jerman, Belgia, Italia, Korea, dan Jepang setelah mengikuti rangkaian pameran internasional.
Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, memberikan apresiasi atas kontribusi Batik Tulis Lasem Gunung Kendil dalam melestarikan budaya sekaligus menciptakan lapangan kerja. Saat ini, Hawien telah mempekerjakan tujuh karyawan tetap dan melibatkan warga sekitar saat pesanan meningkat.
"Semoga ke depannya ada lebih banyak lagi UMKM yang sukses mengembangkan usahanya sehingga dapat berkontribusi lebih terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. SIG melalui RB Rembang berkomitmen untuk selalu mendampingi UMKM agar dapat menjalankan usaha secara profesional dan mampu memanfaatkan platform digital sehingga produk-produknya dapat dijangkau secara nasional hingga mancanegara," tutup Vita.