Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Bandara Internasional Soekarno-Hatta memperketat pengawasan terhadap pelaku perjalanan udara dari empat negara guna mengantisipasi penyebaran virus Hanta pada Rabu (13/5/2026). Langkah preventif ini menyasar penumpang dari Amerika Serikat, Argentina, Uruguay, dan Panama.
Otoritas kesehatan pelabuhan udara tersebut mengidentifikasi negara-negara tersebut sebagai wilayah yang telah menemukan kasus virus Hanta. Dilansir dari Detik Travel, kebijakan ini merupakan respons cepat terhadap laporan global mengenai potensi ancaman penyakit menular tersebut.
"Jadi kami melakukan pengetatan pengawasan terhadap negara-negara yang sudah menemukan atau teridentifikasi ada virus Hanta," kata Kepala BBKK Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Naning Nugrahini di Tangerang, dikutip dari Antara, Rabu (13/5/2026).
Pengetatan ekstra diberlakukan pada setiap penerbangan langsung yang menuju Bandara Soekarno-Hatta dari empat negara sasaran. Pengetatan ini dipicu oleh temuan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terkait kasus fatal yang melibatkan penumpang kapal pesiar.
"Jadi itu ada empat negara yang kami melakukan pengetatan ekstra kalau ada flight yang direct ke Soekarno-Hatta. Tapi tidak menutup kemungkinan nanti kalau ada yang baru, tentunya kami akan menambahkan ataupun mengoreksi gitu," ujar dia.
Naning menjelaskan bahwa prosedur standar kesehatan kembali diaktifkan bagi seluruh pendatang internasional yang memasuki wilayah Indonesia. Tahapan pemeriksaan dimulai dari skrining digital hingga observasi fisik secara langsung di area kedatangan.
"Kami di Soekarno-Hatta sudah melakukan kesiapsiagaan. Yang pertama adalah melalui isian deklarasi kesehatan di aplikasi Satu Sehat. Dari situ kita nanti akan tahu risiko daripada pesawat itu, ada orang berisiko atau tidak. Yang kedua, begitu turun, itu ada pengamatan tanda dan gejala melalui thermal scanner dan observasi visual," kata dia.
Fasilitas di Bandara Soetta telah dilengkapi dengan jalur evakuasi khusus untuk menangani penumpang yang terindikasi mengidap penyakit menular. Hal ini dilakukan agar proses penanganan tidak mengganggu operasional reguler bandara.
"Kemudian kami juga punya namanya ambulans khusus penyakit menular. Karena orang yang kita bawa ini, yang mau kita rujuk ini adalah orang dengan penyakit menular," kata dia.
Kepala BBKK mengingatkan masyarakat mengenai pola penularan virus Hanta yang berkaitan erat dengan aktivitas hewan pengerat. Kedisiplinan pada protokol kesehatan dan kekuatan sistem imun menjadi faktor kunci dalam pencegahan mandiri.
"Yang jelas untuk mencegah penularan kasus ini adalah dengan menjaga protokol kesehatan dan penguatan imun tubuh," kata dia.