BCA Cetak Laba Bersih Rp20,8 Triliun Hingga April 2026

BCA Cetak Laba Bersih Rp20,8 Triliun Hingga April 2026

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) membukukan laba bersih bank-only sebesar Rp20,8 triliun sepanjang empat bulan pertama hingga April 2026, yang menunjukkan pertumbuhan sebesar 3 persen secara tahunan (YoY). Kinerja keuangan yang stabil ini didorong oleh kenaikan pendapatan non-bunga serta adanya pembalikan provisi pada bulan April yang menekan biaya kredit.

Dilansir dari Bareksa, perolehan laba bersih tersebut sejalan dengan estimasi analis di level 34 persen dari target tahun 2026, sedikit lebih tinggi dari rata-rata historis sebesar 32 persen. Di sisi fundamental, tingkat imbal hasil ekuitas atau Return on Equity (ROE) BBCA tetap terjaga di atas 20 persen.

Data dari Stockbit Sekuritas yang dikutip Investor ID menyebutkan bahwa laba bersih bank-only BBCA pada April 2026 saja mencapai Rp4,8 triliun, tumbuh 6 persen secara tahunan namun turun 29 persen dibanding bulan sebelumnya. Sementara itu, pendapatan bunga bersih atau Net Interest Income (NII) tercatat flat dengan Net Interest Margin (NIM) turun menjadi 5,2 persen akibat penurunan asset yield.

Penyaluran kredit BBCA tercatat tumbuh sebesar 5 persen secara tahunan per April 2026, berada di bawah target panduan manajemen untuk konsolidasi tahun 2026 yang dipatok pada kisaran 8 hingga 10 persen. Sebaliknya, Dana Pihak Ketiga (DPK) menunjukkan pertumbuhan kuat dengan kenaikan giro sebesar 18 persen dan tabungan sebesar 7 persen, sehingga Loan to Deposit Ratio (LDR) stabil di level 77,4 persen.

Penurunan beban provisi sebesar 16 persen secara tahunan turut menopang profitabilitas bank setelah terjadinya pembalikan provisi pada April 2026. Hal ini menekan Cost of Credit (CoC) BBCA menjadi 0,3 persen atau 23 basis poin (bps), berada di bawah panduan manajemen untuk tahun 2026 yang sebesar 0,4 hingga 0,5 persen.

Di pasar modal, saham BBCA ditutup menguat 0,4 persen ke level Rp6.125 pada perdagangan Senin, 18 Mei 2026, dengan investor asing mencatatkan beli bersih terbesar di pasar reguler Bursa Efek Indonesia senilai Rp107,1 miliar. Saham BBCA saat ini diperdagangkan pada valuasi 2,4 kali PBV dan 11,7 kali PE estimasi 2026, yang mencerminkan diskon valuasi cukup dalam dari rata-rata historisnya.

Terkait prospek saham, Ciptadana Sekuritas Asia memberikan rekomendasi beli untuk BBCA dengan target harga Rp9.200 per saham berdasarkan analisis nilai fundamentalnya.

Di sisi lain, MNC Sekuritas juga mempertahankan rekomendasi beli untuk saham bank swasta terbesar ini, namun melakukan penyesuaian terhadap target pergerakan harganya di lantai bursa.

"Perolehan laba bersih tersebut sejalan dengan ekspektasi, karena setara 34% dari estimasi konsensus untuk konsolidasi tahun 2026. Sebagai pembanding, pada 4M25 mencapai 35% dari realisasi konsolidasi 2025," tulis Stockbit Sekuritas.

Artikel terkait

Rekomendasi