Bursa Efek Indonesia (BEI) menempatkan saham PT Fore Kopi Indonesia Tbk. (FORE) dalam pengawasan khusus akibat terjadi peningkatan harga di luar kebiasaan atau Unusual Market Activity (UMA) pada Senin (11/5/2026). Langkah ini diambil otoritas bursa untuk mencermati perkembangan pola transaksi saham pengelola gerai kopi tersebut.
Pihak otoritas melalui P.H Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Endra Febri Styawan, menyatakan bahwa pemantauan dilakukan karena adanya lonjakan harga yang dinilai tidak wajar. Dilansir dari Market, pengumuman ini tidak secara otomatis menunjukkan adanya pelanggaran terhadap aturan pasar modal.
"Dengan ini kami menginformasikan bahwa telah terjadi peningkatan harga saham FORE yang di luar kebiasaan atau Unusual Market Activity," ujar Febri, P.H Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI.
Investor kini diminta untuk memperhatikan jawaban manajemen atas permintaan konfirmasi Bursa serta mencermati kinerja perusahaan. Selain itu, para pemegang saham diharapkan meninjau kembali rencana aksi korporasi yang belum mendapatkan persetujuan rapat umum pemegang saham (RUPS).
"Sehubungan dengan terjadinya Unusual Market Activity atas saham FORE tersebut, perlu kami sampaikan bahwa Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini," lanjut Febri, P.H Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI.
Data RTI Business menunjukkan saham FORE ditutup pada level Rp1.025 per saham pada perdagangan Jumat (8/5/2026) setelah naik 1,49 persen. Secara akumulatif, harga saham FORE telah melejit sebesar 83,04 persen sepanjang tahun berjalan 2026.
Peningkatan harga saham ini terjadi di tengah performa keuangan yang positif, di mana laba bersih kuartal I/2026 melonjak 60,5 persen menjadi Rp9,4 miliar. Pendapatan perseroan juga tercatat melesat hingga Rp444 miliar, yang didukung oleh ekspansi pembukaan 20 gerai baru.
Direktur Utama FORE, Vico Lomar, menjelaskan bahwa pencapaian tersebut membuktikan efektivitas strategi peningkatan skala usaha perusahaan. Menurutnya, basis pelanggan yang kuat membantu menjaga pertumbuhan meskipun konsumsi cenderung melambat pada periode tertentu.
"Hasil kuartal I/2026 kami mencerminkan konsistensi pendekatan kami dalam menjaga keunggulan operasional, tidak pernah berkompromi terhadap kualitas produk, dan sangat cermat dalam mengalokasikan modal," ujar Vico Lomar, Direktur Utama FORE.
Perseroan menyatakan tetap fokus pada seleksi lokasi gerai yang ketat untuk memastikan imbal hasil jangka panjang. Hingga akhir Maret 2026, Fore Kopi telah mengoperasikan total 338 gerai aktif di berbagai wilayah Indonesia.
Komisaris Utama FORE, Willson Cuaca, memberikan catatan mengenai kondisi eksternal yang penuh tantangan selama tiga bulan pertama tahun ini. Ia menyoroti dinamika geopolitik global yang memengaruhi stabilitas lingkungan operasional perusahaan.
"Pada kuartal ini, FORE menunjukkan ketahanan yang luar biasa. Tidak hanya periode kuartal yang lebih pendek akibat libur panjang, namun dinamika geopolitik global yang terus berkembang serta konflik yang masih berlangsung membuat lingkungan operasional menjadi sangat sulit diprediksi," kata Willson Cuaca, Komisaris Utama FORE.
Selain bisnis kopi, unit usaha Fore Donut mulai menunjukkan akselerasi dengan penambahan lima gerai baru pada awal tahun ini. Perusahaan kini membidik ekspansi lebih luas ke area bandara dan kota-kota besar seperti Bandung dan Surabaya.