BEI Pantau Transaksi Saham DSSA Usai Anjlok 53 Persen

BEI Pantau Transaksi Saham DSSA Usai Anjlok 53 Persen

Bursa Efek Indonesia (BEI) menempatkan saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dalam kategori Unusual Market Activity (UMA) setelah harga emiten energi Grup Sinar Mas tersebut merosot lebih dari 53 persen dalam dua pekan terakhir hingga Senin (4/5/2026).

Data dari IDNFinancials.com menunjukkan harga saham DSSA tertahan di level Rp1.626 per lembar pada periode tersebut. Penurunan ini menyusul posisi perusahaan yang sempat berada dalam daftar High Shareholding Concentration (HSC) pada awal April 2026 akibat indikasi konsentrasi kepemilikan saham.

Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono, memberikan penjelasan mengenai status pengawasan khusus terhadap emiten yang dikendalikan oleh Franky Oesman Widjaja ini.

"Sehubungan dengan terjadinya Unusual Market Activity atas saham DSSA tersebut, perlu kami sampaikan bahwa bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini," jelas Yulianto Aji Sadono, Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI.

Otoritas bursa meminta para pemegang saham dan calon investor untuk senantiasa memantau keterbukaan informasi perusahaan, termasuk tanggapan emiten terhadap permintaan konfirmasi bursa serta rencana aksi korporasi yang mungkin dilakukan.

Statistik yang dihimpun databoks.katadata.co.id mencatat DSSA sebagai pemuncak daftar emiten dengan penurunan terdalam atau top loser sepanjang April 2026. Saham perusahaan anjlok 38,83 persen secara bulanan dari posisi Rp2.640 menjadi Rp1.615 per lembar.

Kondisi ini terjadi di tengah pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 1,30 persen ke level 6.956,80 pada penutupan perdagangan Kamis (30/4/2026). Sepanjang bulan tersebut, total nilai transaksi di bursa mencapai Rp388,78 triliun dari 50,69 juta kali frekuensi perdagangan.

Daftar 20 Emiten Top Losers Bursa Efek Indonesia April 2026
PeringkatEmitenKode SahamPersentase Penurunan
1PT Dian Swastatika Sentosa TbkDSSA-38,83%
2PT Remala Abadi TbkDATA-31,56%
3PT Wijaya Cahaya Timber TbkFWCT-29,37%
4PT Nusantara Almazia TbkNZIA-29,28%
5PT Tunas Alfin TbkTALF-25,41%
6PT MD Entertainment TbkFILM-22,48%
7PT Bukaka Teknik Utama TbkBUKK-22,15%
8PT Metropolitan Land TbkMTLA-21,71%
9PT Harapan Duta Pertiwi TbkHOPE-21,43%
10PT Abadi Lestari Indonesia TbkRLCO-20,95%
11PT Penta Valent TbkPEVE-19,35%
12PT Trimitra Prawara Goldland TbkATAP-19,20%
13PT Steady Safe TbkSAFE-19%
14PT WEHA Transportasi Indonesia TbkWEHA-18,71%
15PT Semen Indonesia (Persero) TbkSMGR-18,70%
16PT Sumber Energi Andalan TbkITMA-18,52%
17PT Sunindo Pratama TbkSUNI-18,42%
18PT Chemstar Indonesia TbkCHEM-18,02%
19PT M Cash Integrasi TbkMCAS-17,91%
20PT Samator Indo Gas TbkAGII-16,67%

Meskipun terjadi fluktuasi harga yang signifikan di pasar reguler, manajemen bursa menyatakan bahwa status UMA bukan merupakan vonis adanya pelanggaran aturan pasar modal oleh emiten terkait.

"Meskipun demikian, Yulianto menegaskan pengumuman UMA tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap regulasi pasar modal," tulis laporan resmi bursa sebagaimana dikutip dari idnfinancials.com.

Struktur kepemilikan saham DSSA saat ini didominasi oleh PT Sinar Mas Tunggal sebesar 59,9 persen, sementara investor publik memiliki porsi 20,4 persen. Berdasarkan asumsi laba per saham (EPS) tahunan sebesar Rp19,72, rasio harga terhadap laba (PE Ratio) perusahaan berada di angka 77,33 kali.

Artikel terkait

Rekomendasi