PT Beiersdorf Indonesia Meluncurkan Hansaplast Aqua Protect Kids

PT Beiersdorf Indonesia Meluncurkan Hansaplast Aqua Protect Kids

Aktivitas bermain dan mengeksplorasi lingkungan sering kali membuat anak-anak mengalami luka kecil seperti lecet atau goresan. Perlindungan yang tepat pada luka sangat penting guna memastikan proses penyembuhan berjalan secara optimal.

Melansir berita dari Medcom, PT Beiersdorf Indonesia kini menghadirkan Hansaplast Aqua Protect Kids sebagai solusi pelindung luka khusus. Plester ini dirancang dengan fitur tahan air untuk mendukung anak-anak agar tetap bebas bergerak serta aktif di luar ruangan.

Produk baru ini mengintegrasikan teknologi Bacterial Shield yang diklaim mampu menghalau kotoran dan bakteri hingga 99 persen. Proteksi penuh dari air tetap berjalan efektif bahkan ketika anak-anak sedang bermain air.

Material yang digunakan pada pelindung luka ini bersifat lembut sekaligus fleksibel. Karakteristik tersebut membuat plester dapat mengikuti gerakan aktif tubuh anak dengan nyaman tanpa memicu gangguan pada aktivitas mereka.

Tampilan visual pelindung luka ini sengaja dibuat dengan desain yang ceria. Pendekatan visual tersebut bertujuan mengurangi rasa takut pada anak ketika terluka sekaligus memberikan pengalaman perawatan yang lebih positif.

BU Health Care Director PT Beiersdorf Indonesia, Vivilya Lukman, menyampaikan, “Hansaplast memahami bahwa anak-anak membutuhkan perlindungan yang tidak hanya efektif, tetapi juga nyaman dan praktis digunakan dalam aktivitas sehari-hari. Melalui Aqua Protect Kids, kami ingin memastikan anak tetap bisa aktif, sementara orang tua merasa lebih tenang.”

Pengalaman mengenai urgensi penanganan luka pada anak juga datang dari praktisi industri kreatif sekaligus orang tua. Kebutuhan terhadap penanganan risiko yang cepat sangat krusial demi menjaga kenyamanan emosional anak di tempat berkegiatan.

Noorlintang Suminar, ibu & Co-founder Kelap Kelip (Production House Anak & Keluarga), berbagi pengalamannya soal penanganan luka pada anak.

“Sebagai seorang ibu sekaligus praktisi perfilman yang bekerja bersama anak-anak, saya menyadari pentingnya memahami penanganan risiko dengan tepat, termasuk soal luka. Di lokasi syuting misalnya, setiap penanganan risiko harus dilakukan dengan cepat, aman, dan sebisa mungkin mempertahankan mood baik anak-anak. Anak-anak bisa beraktivitas dengan aman dan ceria, orang tua dan tim produksi pun bisa tenang,” ujarnya.

Artikel terkait

Rekomendasi