BIPI Gandeng Grup Humpuss Garap Proyek Energi Hijau US$ 1,5 Miliar

BIPI Gandeng Grup Humpuss Garap Proyek Energi Hijau US$ 1,5 Miliar

PT PT PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) memperkuat portofolio investasi di sektor energi hijau. Langkah ini diambil demi mendukung pengembangan bisnis energi berkelanjutan.

Suntikan dana segar dan kemenangan tender menjadi fondasi utama korporasi. BIPI menargetkan pengalihan 50% sumber pendapatan ke segmen non-batubara dalam tiga tahun ke depan.

Strategi tersebut diterapkan guna mendongkrak kembali kinerja fundamental keuangan yang sempat mengalami tekanan. Informasi ini dilansir dari Investasi.

"Suntikan dana segar dan kemenangan tender ini menjadi fondasi utama untuk mengejar target ambisius, yaitu mengalihkan 50% sumber pendapatan ke segmen non-batubara dalam tiga tahun ke depan demi mendongkrak kembali kinerja fundamental keuangan korporasi yang sempat mengalami tekanan." kata Kurniawan Budiman.

"langkah ini dilakukan sebagai bagian dari strategi perseroan dalam penguatan portofolio investasi di sektor energi hijau yang mendukung pengembangan bisnis energi berkelanjutan" ujar Kurniawan Budiman.

Aliansi strategis perseroan kini kian menggurita. BIPI resmi menggandeng Grup Humpuss milik Tommy Soeharto melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU).

Kedua pihak berduet untuk menggarap lima proyek energi berkelanjutan. Total estimasi belanja modal untuk kerja sama ini mencapai US$ 1,5 miliar.

Kolaborasi ini akan berfokus pada proyek-proyek masa depan. Di antaranya adalah pembangkit listrik panas bumi (geotermal) yang terintegrasi dengan data center di Pulau Sabang Aceh.

Selain itu, kerja sama ini mencakup pembangunan Mini LNG Plant di Sidoarjo dan Batam. Infrastruktur hilir industri penunjang energi terbarukan juga menjadi fokus utama.

Ekspansi Portofolio Hijau

Ekspansi tersebut menyempurnakan portofolio hijau perseroan. Sebelumnya, BIPI telah mengamankan 20% kepemilikan saham di anak usaha PT Maharaksa Biru Energi Tbk (OASA).

Kepemilikan tersebut ditujukan untuk mengoperasikan fasilitas PSEL Cipeucang di Tangerang Selatan. Langkah ini memantapkan posisi korporasi di dalam sirkel elite penyedia energi bersih nasional.

Kebutuhan belanja modal (capex) segmen non-batu bara ditaksir mencapai Rp 86 triliun untuk beberapa tahun ke depan. Demi mendanai kebutuhan ini, BIPI melepas seluruh kepemilikan sahamnya sebesar 99,9% di anak usaha tambang batubara.

Saham PT Sintesa Bara Gemilang Tbk tersebut dijual senilai Rp 1,79 triliun kepada PT Indo Panca Borneo. Divestasi jumbo ini menjadi strategi korporasi yang sangat menguntungkan.

Aksi korporasi ini mendatangkan likuiditas segar untuk ekspansi. BIPI juga resmi terbebas dari beban berat sebagai corporate guarantor atas utang tambang Sintesa Bara Gemilang yang mencapai Rp 4 triliun.

Dampaknya, neraca keuangan perseroan menjadi jauh lebih sehat. Kondisi fundamental ini dinilai akan membuat perseroan menjadi lebih atraktif di mata investor.

Artikel terkait

Rekomendasi